Watford Palsukan Dokumen, EFL Bertindak!

Watford menyerahkan dokumen palsu dari HSBC pada tahun 2014 silam yang mengklaim bahwa Gino Pozzo memiliki cukup uang untuk memegang kendali penuh.

Alhasil, Watford dilaporkan telah didenda sebesar 4 juta pound (68 miliar rupiah) setelah mereka dinyatakan bersalah karena memberikan dokumen keuangan yang palsu.

Pada bulan Oktober 2016, dinyatakan bahwa The Hornets mengajukan surat perbankan palsu saat Gino Pozzo menjadi pemilik tunggal mereka.

Laporan palsu tersebut digunakan sebagai bukti untuk menunjukkan bahwa pria asal Italia itu memiliki cukup dana untuk mengambil kendali penuh di Watford dan dibuat terlihat seperti ditulis oleh HSBC pada dokumen keuangan mereka sebelum musim 2014/15 ketika The Hornets promosi ke Liga Primer Inggris.

The Telegraph mengklaim bahwa Watford sekarang dipaksa untuk membayar denda sebesar Rp 68 miliar sebagai hukuman setelah mereka menyerahkan dokumen tersebut kepada HSBC dan polisi akhir tahun lalu.

Denda tersebut adalah yang terbesar yang pernah ada dalam sejarah EFL dan diputuskan oleh komisi disiplin.

Pada awalnya denda tersebut ditetapkan menjadi sebanyak 5,75 juta pound (98 miliar rupiah), tapi Watford mendapatkan pengurangan denda setelah bekerja sama penuh dalam penyelidikan.

Mantan CEO Watford, Raffaele Riva akan menerima hukuman terpisah dari EFL, dengan Pozzo dianggap belum tahu tentang pemalsuan dokumen tersebut.

Riva mengundurkan diri segera setelah tuduhan tersebut terungkap dan mengklaim bahwa dia tidak tahu bahwa dia sedang mengerjakan dokumen palsu.

Dia berkata: “Selama dua tahun, saya tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa dokumen itu adalah palsu.”

“Memang, sejak dokumen tersebut diserahkan ke EFL, Hornets Investment Limited telah memasukkan ke dalam klub sebanyak tiga kali jumlah yang tercantum dalam bukti surat dana.”

“Ini mengejutkan karena mendapat pemberitahuan bahwa ada keraguan atas kebenaran surat tersebut.”

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply