Wales Termotivasi Leicester

Leicester City menjuarai Premier League setelah mematahkan dugaan banyak orang. Wales menjalani Piala Eropa 2016 dengan mencamkan hal itu.

Sebelum musim 2015-16 bergulir, Leicester cuma dapat persentase koefisien 5.000 banding 1 untuk juara. Pada prosesnya mahkota Premier League benar-benar berhasil digondol ‘Si Rubah’.

Beralih ke Piala Eropa di Prancis, Wales yang akan menjalani debutnya di turnamen itu tidak terlalu diperhitungkan–underdog. Tetapi gelandang Wales Aaron Ramsey menegaskan status itu tak berarti apa-apa.

“Anda melihat berapa persentase buat Leicester. Apa saja bisa terjadi. Kami bekerja keras demi satu sama lain (dan)… sudah pasti memiliki determinasi untuk bertarung demi satu sama lain,” kata Ramsey di Reuters.

Sejak menembus perempatfinal Piala Dunia 1958, baru kali ini lagi Wales tampil di putaran final sebuah turnamen besar. Ramsey mengaku amat antusias menyongsong partai pertama nanti.

“Saya antusias… biasanya sekarang saya sedang liburan,” ucap pemain asal klub Arsenal itu.

“Target kami pertama-tama adalah lolos dari grup dulu dan saya pikir sebuah kemenangan bisa jadi akan meloloskan Anda, mungkin dari posisi tiga.

“Kami bertekad tidak langsung tersingkir. Kami ingin… memperlihatkan orang-orang bahwa kami mampu unjuk gigi menjawab tantangan,” tegasnya.

Untuk kali pertama Piala Eropa akan melibatkan 24 tim peserta. Ke-24 tim tersebut terbagi ke dalam enam grup yang masing-masing berisikan empat tim.

Dua tim dari masing-masing grup pada akhirnya akan lolos langsung ke fase knockout (12 tim), dengan tim-tim yang finis di posisi tiga akan bersaing memperebutkan empat tiket sisa untuk melengkapi babak 16 besar.

32 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply