Tottenham mendapat pelajaran berharga dari Celtic untuk hadapin City

Tottenham bisa jadi mendapatkan keuntungan dari hasil seri City di kandang Celtic (303) di pertandingan Liga Champions beberapa hari lalu. Sebab, City untuk pertama kalinya tidak meraih kemenangan di musim ini, dan Celtic pun bisa mencetak sampai tiga gol.

Bagi City, kebobolan bukanlah cerita baru di musim ini. Tapi sebelumnya, mereka tak pernah kebobolan lebih dari satu gol. Jelas, apa yang dilakukan Celtic ini seolah memberikan pencerahan bagi kesebelasan manapun bahwa City bersama Pep Guardiola-nya bukan tak mungkin untuk dikalahkan.

Saat menghadapi Celtic, Man City tetap menurunkan formasi andalannya, 4-1-4-1. Meskipun begitu, mereka bermain tanpa pemain andalan di lini tengah mereka, Kevin De Bruyne, yang mengalami cedera pada laga melawan Bournemouth.

Posisi De Bruyne ditempati oleh gelandang asal Jerman, Ilkay Guendogan. Sebelumnya, mantan gelandang Dortmund ini ditempatkan sebagai holding midfielder jika Pep menduetkan De Bruyne dan David Silva di lini tengah. Pos holding midfielder saat hadapi Celtic pun kembali diisi Fernandinho.

Namun susunan pemain ini ternyata tak sanggup menghadapi serangan balik cepat Celtic. Saat berhasil mematahkan serangan City, Celtic langsung mengirimkan umpan jauh jika merebut bola di kotak penalti sendiri, atau langsung melancarkan umpan pendek cepat jika merebut bola di tengah.

Gol kedua Celtic memperlihatkan skema serangan balik mereka efektif. Bahkan pada situasi tersebut terlihat ada celah di depan kotak penalti City sehingga bisa membukakan pintu bagi Celtic untuk cetak gol. Saat itu Fernandinho memang sedang out of position yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Celtic.

Tapi perlu diketahui juga, Swansea berhasil mencetak gol ke gawang City pun setelah Gylfi Sigurdsson memberikan umpan daerah pada Fernando Llorente dari depan kotak penalti, walaupun serangan Swansea saat itu bermula dari umpan silang (sisi kanan pertahanan City). Sunderland juga berhasil mencuri gol lewat Jermaine Defoe setelah memaksimalkan serangan di depan kotak penalti City.

Sementara itu, dibandingkan lawan-lawan City sebelumnya, Celtic memiliki jumlah umpan yang paling sedikit. Jika jumlah operan kesebelasan seperti Moenchengladbach atau Swansea mencapai 400-an, Celtic hanya mencatatkan 366 operan saja.

Celtic tak berusaha melambatkan tempo dan menguasai bola lebih lama. Skuat asuhan Brendan Rodgers ini pun lebih sering mengandalkan umpan-umpan panjang bahkan langsung membuang bola ketika mendapatkan bola liar. Alhasil penguasaan bola Celtic tak mencapai 40% (Swansea dan Gladbach lebih dari 40%).

Menyerang lewat tengah seperti yang terjadi pada gol kedua Celtic jelas bisa dilakukan oleh Tottenham. Spurs memiliki gelandang-gelandang seperti Delle Alli, Christian Eriksen atau Erik Lamela yang bisa mengeksploitasi area tengah City.

Selain itu, sama seperti West Ham United, Celtic juga berhasil mencetak gol melalui umpan silang. Tottenham sendiri merupakan kesebelasan yang cukup aktif menyerang lewat umpan silang. Whoscored mencatatkan Tottenham sebagai kesebelasan keenam terbanyak dengan jumlah umpan silang yang mencapai 21 kali per pertandingan (23 per pertandingan kandang).

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply