Thibaut Courtois Balas Dendam Pada Mereka yang Mengkritiknya

Thibaut Courtois Balas Dendam Pada Mereka yang Mengkritiknya

Kiper Thibaut Courtois menyebut penampilannya dalam kemenangan Belgia atas Brasil pada perempat final Piala Dunia 2018 merupakan jawaban atas semua kritik yang diarahkan kepadanya.

De Rode Duivels dipastikan melenggang ke babak semi final Piala Dunia setelah menyingkirkan salah satu favorit juara, Brasil, dengan skor akhir 2-1, Sabtu (7/7) dinihari WIB.

Pada laga tersebut Courtois melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk satu tendangan melengkung dari Neymar. Tercatat hanya satu serangan dari Renato Agusto yang berhasil membobol gawangnya.

Kemenangan ini mempunyai makna besar bagi Courtois. Ia merasa dirinya telah banyak dikritik secara tidak adil hanya karena performa Chelsea musim kemarin berada di bawah ekspektasi publik.

Namun ia menunjukkan mengapa ia secara teratur dianggap sebagai salah satu kiper terbaik dunia pada hari Jumat di Kazan Arena, menghasilkan serangkaian penyelamatan penting – termasuk satu tendangan dari Neymar pada menit-menit akhir.

“Saya tahu Neymar suka membuat tembakan melengkung seperti itu. Saat itu saya sudah siap dan melakukan penyelamatan secara bagus,” ucap Courtois pada BBC Sport.

“Saya banyak kali dikritik secara tidak adil tahun ini dan hari ini saya membuktikan kembali siapa diri saya dan mengapa saya berada di sini.”

“Perencanaan taktik kami bagus. Kami sudah merasa bahwa inilah hari keberuntungan kami. Luar biasa. Tim ini ingin memenangi setiap laga. Saat melawan Inggris, orang-orang bahwa lebih baik kalah, tapi pada kenyataannya kami menang. Kami mempunyai kepercayaan dalam diri tim ini.”

Sementara itu Kevin De Bruyne menegaskan bahwa pihaknya sempat kesulitan menyamai permainan Brasil di babak kedua, namun memuji kekuatan mental yang diperlihatkan rekan-rekannya.

“Tidak mudah berhadapan dengan Brasil. Mereka tim yang hebat. Namun keunggulan kami sebagai tim muncul hari ini. Kami luar biasa pada babak pertama,” ucap De Bruyne.

“Babak kedua sangat sulit. Mereka mengerahkan banyak pemain di lini tengah. 15 menit terakhir menjadi sebuah ujian mental dan kami membuktikan kepada dunia apa yang bisa kami raih.”

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply