Sriwijaya Alami Dua Fase Paling Rawan

Sriwijaya FC masih belum bisa move on dari hasil yang kurang bagus di lima pertandingan terakhir Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo. Skuad berjulukan Laskar Wong Kito itu selalu mendapat hasil imbang, di kandang maupun tandang. Bahkan satu di antaranya berakhir dengan kekalahan di markas Persipura Jayapura, bulan lalu.

Kondisi ini memaksa jajaran pelatih mengevaluasi, apa yang membuat kemenangan selalu terlepas ketika sudah di depan mata. Ternyata, pertahanan tim kurang fokus dan kerap kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan.

Asisten pelatih Sriwijaya, Hartono Ruslan, mengatakan ada dua fase yang paling rawan, yakni di 15 menit awal dan 15 akhir pertandingan. “Memang dalam 15 menit awal dan 15 menit akhir tim kita sering kecolongan,” ujar Hartono, Kamis (1/12/2016).

Seperti dalam laga kontra Barito Putera beberapa hari lalu. Lini belakang Sriwijaya mengalami kebobolan di menit ke-82 oleh Yongky Aribowo. Kemenangan yang telah ada di depan mata pun lenyap karena laga berakhir dengan imbang.

Sebelumnya, pengalaman pahit juga dialami Hilton Moreira dan kolega saat bertandang ke markas Persela Lamongan, (11/11/2016). Sudah unggul dua gol, petaka terjadi di menit akhir. Bahkan Persela yang sudah tertinggal dengan defisit dua gol mampu mengubah keadaan menjadi 3-3 setelah mampu mencetak dua gol dalam lima menit.

Sementara, saat menjamu Semen Padang (4/11/2016), gawang Sriwijaya harus kebobolan di awal laga, melalui serangan cepat lawan. Kendati tidak kalah namun hasil itu sangat merugikan mengingat Sriwijaya bermain di kandang.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply