Soal Pembelian-Pembelian Anyar Leicester

Leicester City musim ini berbeda dengan musim lalu. Musim ini, mereka berkompetisi sebagai juara bertahan. Tentu saja, skuat pun perlu dipugar dan diperkuat.

Bagusnya buat Leicester, sejumlah pemain kunci mereka masih bersama mereka musim ini. Kasper Schmeichel masih mengawal gawang, demikian juga dengan duet bek tengah Wes Morgan dan Robert Huth. Riyad Mahrez masih mengiris sisi kanan lapangan, Marc Albrighton masih setia mengirim crossing dari sisi kiri, sementara Jamie Vardy dan Shinji Okazaki masih ada di lini depan dan masih bakal mengganggu lini belakang lawan.

Satu-satunya kekurangan Leicester adalah kepergian N’Golo Kante ke Chelsea. Musim lalu, Kante dan Danny Drinkwater menjadi penyeimbang lini tengah The Foxes di tengah sekumpulan pemain-pemain cepat. Pada Community Shield tadi malam, Minggu (7/8/2016), Drinkwater mengawali laga dengan didampingi Andy King.

Manajer Leicester, Claudio Ranieri, sudah mendatangkan Nampalys Mendy. Namun, pada pertandingan semalam, Mendy baru dimainkan pada menit ke-62 menggantikan King. Nama yang disebut terakhir dinilai gagal menghentikan aliran bola United sehingga Mendy pun dijajal.

Siapakah Mendy? Oleh Leicester, gelandang asal Prancis tersebut didatangkan dengan nilai 13 juta poundsterling dari Nice. Mendy adalah gelandang bertahan dengan arketipe sama seperti Kante.

Kemampuan utamanya adalah melakukan intersep dan clearance, tetapi akurasi passing-nya bersama Nice di Ligue 1 juga sangat bagus: mencapai 92%. Jika Leicester ingin bermain direct seperti musim lalu, Mendy adalah pilihan tepat.

Mendy adalah satu dari enam pemain anyar yang didatangkan Leicester di bursa transfer musim panas ini. Lima pemain lainnya adalah kiper Ron-Robert Zieler, bek Luis Hernandez, winger Bartosz Kapustka, dan duet penyerang tengah Raul Uche dan Ahmed Musa.

Musa adalah salah satu nama menarik yang didatangkan Leicester. Dalam lima musim bersama CSKA Moskow, striker asal Nigeria tersebut mencetak 42 gol. Musa punya kecepatan dan bisa menjadi duet yang menarik bersama Jamie Vardy. Musim lalu, Leicester beberapa kali memukul lawan lewat serangan balik lewat kecepatan pemain-pemain depannya dan Musa cocok dengan profil ini.

Musa juga tidak hanya bisa dimainkan sebagai striker, tetapi juga winger kiri. Berbicara soal winger, Kapustka –yang tampil apik bersama timnas Polandia di Euro 2016– juga layak diperhitungkan. Kini, Leicester punya opsi beragam di sektor sayap.

Jika musim lalu mereka punya Mahrez yang senang mengandalkan dribel dan kecepatan di sisi kanan dan Albrighton yang mengandalkan crossing dari sisi kiri, kini mereka punya Kapustka, Musa, dan juga Demarai Gray –yang sudah lebih dulu didatangkan pada Januari 2016.

Ini terlihat dari laga melawan United di Community Shield semalam. Ketika Albrighton mandek, Ranieri memasukkan Gray, yang lebih punya kecepatan, pada menit ke-46. Masuknya Gray cukup untuk membuat bek kanan United, Antonio Valencia, bekerja ekstra keras.

27 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply