Skema Serangan Balik Valencia Terganggu oleh Kartu Merahnya Mangala

Skema Serangan Balik Valencia Terganggu oleh Kartu Merahnya Mangala

Valencia bermain dengan garis pertahanan yang begitu rendah di pertandingan ini. Namun tidak mampunya lini tengah Valencia untuk menandingi para gelandang Barcelona membuat trio Messi, Suarez, dan Neymar dapat selalu leluasa menerima bola sehingga menyebabkan keempat bek mereka, Martin Montoya, Ezequiel Garay, Eliaquim Mangala, dan Jose Gaya, harus seringkali berjibaku dibuatnya.

Namun, dengan garis pertahanan yang rendah itu pun Valencia mampu memancing para pemain Barcelona untuk tampil terus-terusan menekan. Tiga bek Barcelona, Javier Mascherano, Gerard Pique, dan Samuel Umtiti, pun tak jarang maju sampai ke area tengah guna memberikan dukungan terhadap Busquets, Rafinha, Iniesta, juga Rakitic.

Valencia pun memanfaatkan hal tersebut. Dengan menerapkan gaya serangan balik cepat, tim berjuluk El Che itu beberapa kali terlihat mampu membahayakan gawang Marc Andre Ter Stegen setelah berhasil menembus lini pertahanan Barcelona yang kehilangan konsentrasi akibat terlalu fokus untuk membantu penyerangan.

Di babak pertama saja Valencia mampu menciptakan tiga peluang berbahaya melalui skema tersebut, yang salah satunya berujung pada gol yang diciptakan oleh Munir El Haddadi.

Akan tetapi, apa yang mampu diperlihatkan oleh Valencia di babak pertama, justru tidak kembali terjadi ketika pertandingan memasuki babak kedua.

Dikartumerahnya Mangala di penghujung babak pertama, membuat sang pelatih, Salvador Voro, terlihat mengubah gaya bermain menjadi lebih menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih mengincar hasil imbang. Hal itu memang tidak terlepas dari sulitnya mereka mengembangkan gaya bermain yang sama karena selalu patah di kaki para bek Barcelona.

Dengan masuknya Aymen Abdennour (bek) menggantikan Fabian Orellana (sayap) membuat gaya bermain Valencia pun menjadi semakin lebih bertahan. Hal inilah yang akhirnya mampu dimaksimalkan oleh Barcelona dengan mencetak dua gol tambahan di babak kedua.

Selepas laga, Voro pun mengakui jika diusirnya Mangala merupakan hal yang amat krusial bagi timnya. Karena dengan begitu, Valencia menjadi kesulitan untuk menandingi gaya bermain Barcelona melalui skema yang diusungnya.

“Diusirnya Mangala sangat berpengaruh terhadap permainan. Kami berjuang mengimbangi penguasaan bola yang dilakukan oleh Barcelona, dan itu sangat sulit. Kami tahu bahwa kami akan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Kami meninggalkan pertandingan ini dengan kesedihan karena sebetulnya kami telah bermain dengan benar,” ujarnya seperti yang dikutip laman resmi klub.

“Kami mencoba untuk memainkan gaya yang sama setelah Mangala diusir keluar, mencoba untuk melakukan serangan balik cepat. Kembali menerapkan gaya bermain fisikal dan mencoba membuat hal-hal yang menyulitkan mereka. Tim telah bermain dengan baik. Tapi walau Anda dapat bersaing dengan baik, bukan berarti Anda tidak dapat mengalami kekalahan di waktu bersamaan. Kami akan fokus untuk menatap laga-laga di depan, dengan tiga poin mendasar yang kami dapatkan di laga ini.”

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply