Sikap Persebaya soal Desakan KLB PSSI

Persebaya Surabaya buka suara mengenai desakan dari berbagai pihak soal Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, mengatakan pihaknya tidak bisa serta merta turun dalam gerakan tersebut. 

Desakan KLB PSSI sempat muncul setelah Edy Rahmayadi mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum PSSI. Banyak pihak yang menginginkan adanya perombakan struktural dalam organisasi otoritas sepak bola Indonesia itu.

Salah satu pihak yang getol menyuarakan desakan KLB adalah Komite Penyelamat Sepak Bola Nasional (KPSN). Namun, tuntutan itu tidak serta merta bisa dilakukan karena butuh sebanyak 2/3 voters untuk menggelar KLB.

“KLB itu harus diikuti oleh 2/3 voters atau artinya 56 voters. Posisi Persebaya adalah melihat bagaimana dinamika itu. Kalaupun misalnya Persebaya mengusulkan, itu masih satu suara, masih perlu 55 suara lagi yang harus bersama-sama mengusulkan,” kata Candra kepada Bola.com, Minggu (3/2/2019). 

Persebaya enggan secara gamblang menentukan sikap mendukung desakan KLB atau justru menolaknya. Mereka akan mengikuti segala dinamika yang terjadi, tergantung situasi yang harus dihadapinya.

“Kalaupun misalnya ada gerakan KLB, muncul 56 suara, itu juga harus digelar tiga bulan setelah itu untuk melaksakan KLB. Tidak bisa dalam waktu dekat karena ada prosesnya. Mengumpulkan 2/3 suara itu perlu waktu. Persebaya tidak mau mendukung atau menolak KLB, tapi kami realistis sepak bola Indonesia ini seperti apa,” terang Candra.

“Yang jelas Persebaya Surabaya itu mengikuti dinamika persepakbolaan Indonesia. Dalam Kongres PSSI (di Bali, 20 Januari 2019) disepakati bahwa setelah mundurnya ketua umum, jabatan diserahkan kepada wakil ketua umum, dalam hal ini adalah Pak Joko Driyono. Menurut saya, kami harus melihat dulu. Toh, kemungkinan KLB itu bisa dilakukan kapan saja,” imbuh pria berusia 42 tahun itu.

Menurut Candra, Persebaya akan menghormati proses yang terjadi di tubuh PSSI. Dia tidak mau berandai-andai dengan segala kemungkinan yang terjadi ke depan dalam sepak bola nasional.

“Apakah KLB bisa memperbaiki sepak bola nasional? Juga belum tentu. Dalam dinamika KLB ini, Persebaya akan mengikuti perkembangannya. Yang penting kami mempersiapkan tim, sambil operator mempersiapkan Liga 1 akan jadi seperti apa,” ungkapnya.

Desakan mengadakan KLB ini muncul setelah kepengurusan PSSI tidak mengalami perubahan struktural. Belum lagi, kasus dugaan pengaturan skor yang telah diungkap oleh Satgas Anti Mafia Bola juga membuat publik sepak bola semakin gerah.   

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply