Sihir Alfredo Bangkitkan Kejayaan Persipura di ISC 2016

Sihir Alfredo Bangkitkan Kejayaan Persipura di ISC 2016

Persipura Jayapura berhasil menjuarai Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Gelar sebagai jawara tertinggi Tanah Air ini ditentukan Persipura pada pekan terakhir, pekan ke-34.

Dalam upaya mereka mengangkat trofi juara, Persipura butuh perjuangan tingkat tinggi. Pasalnya pada awal-awal musim tepatnya pada 13 laga pertama, pasukan Mutiara Hitam hanya mampu meraih lima kemenangan, empat kali kalah, dan empat kali imbang. Saat itu Persipura masih dilatih Jafri Sastra.

Saat itu pula hanya ada dua klub yang bersaing memperebutkan posisi puncak klasemen. Mereka adalah Madura United dan Arema Cronus yang begitu konsisten berada di papan atas klasemen. Keduanya silih berganti menempati singgasana ISC.

Tapi setelah menunjuk Angel Alfredo Vera asal Argentina, Persipura ikut meramaikan persaingan perebutan gelar. Bisa dikatakan, penunjukkan ini menjadi titik balik perjalanan Persipura meraih kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu.

Bagaimana tidak, pada laga perdana, Alfredo langsung membawa kemenangan ketika Persipura meraih tiga poin dari tangan Bhayangkara FC. Bahkan dari delapan laga pertama, Persipura tak pernah menelan kekalahan di tangan Alfredo. Puncaknya memasuki pekan ke-29, di mana Persipura selalu meraih kemenangan, dan total 18 poin mereka raup untuk memastikan diri sebagai juara.

Bagi Persipura, ini merupakan gelar kelima pada ajang kompetisi elite di Indonesia. Empat gelar sebelumnya berhasil mereka catat pada 2005, 2009, 2011, dan 2013. Menariknya, gelar ISC ini merupakan yang pertama bagi Persipura berjaya di tahun genap.

Persipura juga berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp3 miliar, dan belum termasuk bonus yang dijanjikan PT Freeport Indonesia sebesar Rp1 miliar. Tak berhenti di situ, Persipura juga mendapatkan hak siar televisi yang dibagi dengan berbagai proporsi.

‘Bumbu Penyedap’ ISC
Kesuksesan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) dalam menjalankan kompetisi selama kurang lebih delapan bulan ini bukan tanpa insiden. Seperti halnya pertandingan liga di Indonesia yang kerap menimbulkan beberapa kericuhan, di beberapa laga ISC pun begitu.

Tercatat ada dua insiden yang cukup menimbulkan perhatian publik dan tentunya menjadi catatan GTS. Di antaranya adalah insiden yang terjadi di laga Persija Jakarta kontra Sriwijaya FC pada Jumat 24 Juni 2016 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Pada menit ke-81 secara tiba-tiba salah satu suporter Persija atau The Jakmania masuk ke lapangan saat pertandingan masih berjalan. Sontak kejadian tersebut langsung mengundang reaksi dari pihak keamanan untuk segera mengamankan pria yang diduga merupakan The Jakmania asal Bekasi.

Setelah polisi mengamankan pria itu, keadaan kian tak kondusif dan The Jakmania kemudian bergelombang memasuki lapangan hingga menimbulkan bentrokan dengan polisi yang awalnya berupaya untuk melarang para suporter untuk tidak semakin liar.

Persija memang mengalami banyak masalah sepanjang ISC 2016 hingga berujung denda. Total Macan Kemayoran harus membayar denda sebesar Rp600 juta. Jumlah terbanyak di banding klub lainnya.

Selain Persija, Madura United (MU) juga sempat mengalami insiden saat menjadi tuan rumah. Insiden flare terjadi dalam laga antara MU dan Persiba Balikpapan. Pertandingan yang akhirnya dimenangi tuan rumah dengan skor 3-1 ini sempat dihentikan 11 menit akibat pekatnya asap di stadion.

Insiden tersebut juga membawa korban. Wasit Oki Dwi Putra yang memimpin laga tersebut harus dilarikan ke rumah sakit akibat gangguan pernafasan. Ia harus digantikan wasit cadangan, Marjoko, di tengah laga.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply