Setelah Lima Dekade, Banteng Turin Hilang dari Logo Juventus

Logo baru Juventus menandakan era baru kesebelasan asal kota Turin itu di sepak bola modern. Salah satunya adalah dengan menanggalkan ciri khas logo klub-klub Italia yang berbentuk perisai dan juga memiliki simbol kota.

Si Nyonya Tua mulai musim depan memang hanya akan memiliki logo yang sederhana — dua garis yang membentuk huruf “J” atau “JJ”. Menurut Presiden klub, Andrea Agnelli, logo itu sengaja dirancang minimalis untuk menarik perhatian bukan hanya suporter Juventus tapi juga masyarakat umum, bahkan yang tidak menyukai sepak bola.

Juventus ingin diasosikan sebagai sebuah gaya hidup.

Salah satu efek keinginan Agnelli itu adalah gambar banteng yang menghilang dari logo klub. Padahal, binatang itu adalah ciri dari kota Turin.

Daerah Turin ditemukan salah satu masyarakat bangsa Celtic, Taurini, ketika mereka menjajah Perancis, Spanyol, dan kemudian merambah ke Italia. Dalam bahasa Italia, Taurini berarti banteng kecil.

Banteng pun kemudian diadopsi menjadi gambar di bendera kota Turin serta logo kesebelasan Torino. Banteng juga pernah lima kali berada di logo Juventus, yaitu di era 2005-2016, 1991-2005, 1983-1991, 1976-1983 dan 1971-1966.

Bahkan di era 1983-1991, banteng jingkrak pernah menjadi satu-satunya gambar yang menjadi logo Juventus, tanpa adanya perisai atau ornamen berbentuk blok hitam dan putih.

Sebelum era 1966, Si Nyonya Tua sendiri lebih memilih gambar kuda zebra sebagai simbol. Hal ini merujuk pada panggilan mereka sebagai zebra karena memiliki warna kebangaan hitam-putih.

Meski kini mengambil jalan radikal dengan menghilangkan total jejak-jejak masa lalu, Juventus tetap mempertahankan warna hitam-putih yang menjadi ciri klub sejak 1903 silam. Agnelli menyatakan logo itu merupakan simbol dari “Jalan hidup Juventus.”

“Ini rancangan sederhana yang ikonik yang akan mencuri perhatian, tak terbatas di mana ia ditempatkan,” kata Agnelli.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply