Saat Guardiola Kenang Mukjizat Istanbul

Pelatih Manchester City, Josep “Pep” Guardiola, meminta pasukannya tak meremehkan Steaua Bucuresti saat kedua tim bertemu pada pertandingan play-off Liga Champions di Stadion Etihad, Rabu (24/8/2016).

City hampir pasti lolos ke babak fase grup jika mengacu hasil pertemuan pertama antara kedua tim pada pekan lalu. Bermain di Arena National, The Citizens menang lima gol tanpa balas.

Namun, Pep meminta anak asuhnya untuk tetap fokus memenangi pertandingan nanti. Dia tak mau meremehkan lawan.

“Saya sangat menghormati lawan dan saya tahu apa yang bisa terjadi di sepak bola,” kata Pep.

Pep menjabarkan contoh nyata bahwa tim yang sudah nyaris mustahil menang tetapi seketika bisa membalikkan keadaan. Pelatih asal Spanyol tersebut mencontohkan final Liga Champions 2005 antara AC Milan dan Liverpool. Laga ini dijuluki mukjizat Istanbul.

Saat itu dalam laga yang digelar di Ataturk Olympic, Istanbul, Milan sudah unggul 3-0 pada babak pertama. Namun, Liverpool mampu bangkit menyamakan kedudukan 3-3 pada babak kedua.

Laga kemudian berlanjut hingga adu penalti. Kejutan pun tercipta. Liverpool menjadi juara setelah menang adu penalti atas Milan.

“Saat itu, Milan dihuni banyak pemain berpengalaman. Saya mengatakan kepada pemain,’saya minta maaf tetapi kita belum berada di Liga Champions’. Kami bisa saja bermain dan menerima kartu merah dalam 10 menit kemudian terjadi penalti,” tutur Pep.

“Lalu bisa saja kembali lagi ada pemain terkena kartu merah dalam 10 menit berikutnya. Kami memang diuntungkan tetapi tidak boleh berpikir bahwa ini sudah selesai,” ujarnya lagi.

Laga antara Man City vs Steaua akan dipertandingkan mulai pukul 1.45 WIB.

11 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply