Rabiot Membeli Kebebasan dari PSG

Hubungan Adrien Rabiot dan Paris Saint-Germain menegang karena urusan kontrak dan transfer. Ibu Rabiot menegaskan anaknya berhak pergi dari klub.

Kontrak Rabiot di PSG habis pada akhir musim ini, atau tepatnya di bulan Juni. PSG sudah menawarkan perpanjangan untuk sang gelandang, tapi ditolak.

Rabiot di lain sisi memang ingin pergi, oleh karena itu menolak menandatangani kontrak. Alhasil klub pun memilih mengasingkannya, tak memainkan lagi pemain 23 tahun itu sampai akhir musim.

Di tengah ketegangan soal kontrak ini, Barcelona dikabarkan mendekati Rabiot. Bahkan kedua pihak ini disebut sudah menjalin kesepakatan. PSG pun semakin panas.

Veronique Rabiot, ibu sekaligus agen gelandang tim nasional Prancis itu, menegaskan kabar tersebut tak benar. Pihaknya belum berbicara dengan klub manapun, tapi memastikan niat Rabiot cuma ingin pergi.

“Kami tak diizinkan berbicara ke klub manapun sampai 1 Januari dan saya takkan berdiskusi dengan klub manapun sampai saat itu. Selama bursa transfer musim panas lalu, saya sudah bilang ke Mr Henrique bahwa saya mau Adrien di daftar transfer dan dia mau pergi,” ujar Veronique kepada RTL.

“Klub tak mau menjual Adrien. Ada proposal dari Barcelona di periode itu, klub menolak. Klub punya hak penuh untuk menolak, tapi kami tak bisa bilang bahwa dia tak menyadari itu.”

“Situasinya sama empat tahun lalu. Ketika Adrien masih 19 tahun, dia tak menolak dan menekan perpanjangan kontrak. Sekarang dia sudah 23 tahun. Yang dia lakukan adalah membeli kebebasannya. Sudah mantap dan pasti. Mustahil kembali,” imbuhnya dilansir BBC.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply