PSMS Enggan Mengibarkan Bendera Putih

PSMS Enggan Mengibarkan Bendera Putih

PSMS Medan dalam posisi terjepit seusai dihajar Persija Jakarta 1-4 pada leg pertama semifinal Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (10/2/2018). Tim Ayam Kinantan harus minimal menang dengan selisih empat gol untuk membalikkan nasib guna lolos ke partai puncak.

Meski dalam situasi yang kritis, pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman, enggan melempar handuk. Menurutnya, peluang Legimin Raharjo dkk. lolos ke final masih ada, meski sangat tipis.

“Sekali lagi peluang kami belum tertutup. Masih ada leg kedua dan kami harus memaksimalkan segala peluang dan tidak membuat kesalahan,” ungkap pelatih yang akrab disapa Djanur itu, Minggu (11/2/2018).

Menghadapi leg kedua, Djanur memilih fokus memompa kembali mental bertanding pemain. Dengan mayoritas personel berusia muda, pelatih 53 tahun itu menilai penting sebagai pelatih untuk menguatkan motivasi agar melupakan hasil minor di leg pertama.

“Mereka masih berusia muda, jadi perlu ditingkatkan lagi mental bertandingnya. Bukan soal permainan lagi,” ujarnya.

Selain itu, PSMS dapat memanfaatkan situasi Persija, meski dengan target berat yakni harus mencetak empat gol tanpa kebobolan. Pasalnya, Persija harus membagi konsentrasi karena juga akan bertanding ke markas Johor Darul Ta’zim di Piala AFC 2018, Rabu (14/2/2018).

Hal tersebut dinilai Djanur sebagai hal yang sedikit menguntungkan dan harus dimaksimalkan. Hanya, tantangan besar yang harus dihadapi bukan pada performa Persija yang sedang menanjak, melainkan waktu pemulihan yang sangat mepet. Kedua tim memang hanya memiliki waktu untuk istirahat kurang dari 48 jam.

“Cukup disayangkan waktu recovery mepet hanya satu hari, namun bagimana lagi, kami harus tetap menikmati. PSMS belum menyerah meski kans kecil, semua masih bisa terjadi sepak bola,” tegas mantan pelatih Persib Bandung itu.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply