Problem Sepak Bola Indonesia di Mata Luis Milla

Problem Sepak Bola Indonesia di Mata Luis Milla

Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla Aspas menyebutkan sejumlah masalah yang ada di Indonesia saat ini. Analsisis peracik strategi asal Spanyol itu berdasarkan dua bulan penuh melatih di Indonesia.

Masalah pertama adalah tidak adanya struktur kompetisi usia muda yang memadai. Tanpa ada kompetisi usia muda yang bagus, maka sepak bola di suatu negara tidak akan maju.

“Sangat penting memulai dari usia muda karena akan lebih mudah untuk membentuk pemain dari usia dini. Tapi, hal itu juga harus diimbangi dengan pelatih yang juga paham sepak bola usia muda,” ucap Milla dalam acara A Night With The Manager di Karawaci, Tangerang, Jumat (31/3).

Milla mencontohkan struktur kompetisi usia muda di Spanyol. Di Negeri Matador itu, para pemain usia 5-12 hanya bersenang-senang dalam bermain dan diajarkan dasar-dasar sepak bola.

“Di usia 5-12 hanya mencari talenta apa yang mereka punya. Setelah itu mengajarkan taktik. Kemudian di usia 15-17 diajarkan situasi bertahan-menyerang,” terang Milla.

“Setelah itu pemain siap menjadi pemain profesional. Jika dimulai dari usia muda dengan benar, maka kita tinggal tunggu hasilnya. Ketika saya masih bermain untuk Valencia, anak saya 5 tahun dan dia sudah latihan untuk Valencia,” sambungnya.

Masalah lainnya adalah persoalan klasik yang kerap dihadapi Indonesia. Tak lain soal infrastruktur. Milla mengatakan ketersediaan infrastruktur yang memadai akan memudahkan para pemain berkembang.

“Sama pentingnya dengan organisasi dan kompetisi, lapangan juga penting supaya bisa latihan dengan tujuan akhir bisa bermain bagus,” ujar Milla.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply