Portugal vs Polandia: Cukup Satu Serangan Mematikan

Polandia datang ke Piala Eropa 2016 dengan hanya membawa satu pemain kelas dunia dalam sosok Robert Lewandowski. Akan tetapi, sang penyerang Bayern Munich itu bukan menjadi kunci kesuksesan Polandia melangkah hingga ke partai perempat final.

Lewandowski bahkan sukses diredam lawan-lawan mereka dan dalam empat pertandingan ini belum pernah menyarangkan satu tendangan tepat sasaran pun.

Ya, kekuatan Polandia sendiri memang terletak pada kekokohan mereka sebagai satu tim dan terutama pada kekuatan lini belakang. Selain karena gol salto Xherdan Shaqiri –gol yang juga disebut-sebut sebagai calon gol terbaik di Piala Eropa– tak ada pemain lain yang bisa mengoyak gawang Lukasz Fabianski.

Hal ini juga yang terlihat dalam laga-laga persahabatan Polandia dalam persiapan jelang Piala Eropa 2016. Selain Swiss dan Xhaqiri, satu-satunya negara lain yang bisa menjebol Polandia pada delapan pertandingan mereka tahun ini adalah Belanda.

Sisanya, Polandia sukses mengakhiri pertandingan tanpa kebobolan.

Bukan berarti Polandia bertahan secara total seperti yang ditunjukkan Islandia dengan rata-rata penguasaan bola di bawah 30 persen. Polandia memiliki keseimbangan yang cukup baik antara lini bertahan, lini tengah, dan lini depan.

Hanya saja, Polandia sangat apik bertahan di dalam kotak penalti dan menjaga umpan-umpan terobosan. Bahkan mereka nyaris tak pernah mengizinkan lawan untuk menciptakan peluang di depan gawang (di dalam kotak kiper). Tercatat, dari rataan 16,5 tembakan per-pertandingan yang mereka hadapi, hanya 1 persennya terjadi di kotak kiper — nilai terkecil dibandingkan dengan tim-tim lainnya yang tersisa di perempat final.

Malam nanti Polandia sendiri akan menghadapi tim yang memiliki kekuatan bertahan yang cukup mumpuni. Jika Polandia mengizinkan lawan-lawan mereka melakukan 16,5 tembakan per pertandingan, maka Portugal hanya membiarkan musuhnya menembak 8,5 kali saja tiap laganya.

Catatan ini menjadi yang ketiga terbaik di antara delapan yang masih tersisa di Piala Eropa 2016 — setelah Jerman dengan 5,3 tembakan lawan per pertandingan, dan Perancis 7,5 tembakan musuh per laga.

Angka-angka ini menjanjikan pertarungan ketat akan terjadi pada malam nanti. Hal ini juga yang diakui oleh pelatih Portugal, Fernando Santos.

“Tentu saja, ini pertandingan yang sarat pertarungan strategi. Terkadang ada simpul Gordion yang tak mungkin Anda urai,” kata Santos merujuk pada mitos legendaris yang sering digunakan sebagai metafora untuk permasalahan yang sukar diselesaikan.

“Akan ada komponen strategi yang kuat pada pertandingan ini.”

Hal ini bukan berarti pertandingan tidak akan berjalan menarik dan tanpa peluang tercipta. Hanya saja, baik Polandia maupun Portugal sama-sama menyadari bahwa mereka tak boleh membuang satu peluang pun, karena lawan yang akan dihadapi memang takkan memberikan terlalu banyak kesempatan.

Jika demikian kondisinya, maka tim yang akan bisa menciptakan satu serangan mematikan untuk membuahkan gol akan memiliki keunggulan luar biasa untuk menang.

42 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply