Piala Presiden Jadi Ajang Seleksi Wasit

Piala Presiden Jadi Ajang Seleksi Wasit

PSSI akan menjadikan Piala Presiden sebagai ajang seleksi dan ujicoba kepada wasit-wasit. Jika dianggap buruk, maka PSSI akan mencoretnya.

PSSI menggelar sumpah dan janji terhadap 38 wasit dari 58 wasit yang akan memimpin pertandingan Piala Presiden di Kantor Makostrad, Jakarta, Kamis (2/1). Wasit-wasit tersebut diminta berkomitmen untuk berjanji akan menjalani tugasnya dengan baik.

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengatakan dia akan melakukan penilaian terhadap wasit-wasit di Piala Presiden. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan wasit yang fair play di kompetisi resmi.

“Wasit itu hakim. Kalau hakim sudah tidak benar. Maka tidak cocok jadi hakim, berarti tidak cocok jadi wasit. Ini ujian pertama saya saat menjadi ketua bahwa akan ada turnamen yang akan digelar pada 4 Februari,” ujar Edy.

Edy pun menegaskan bahwa sudah mempersiapkan sanksi bagi wasit-wasit yang terbukti telah mencoreng nilai fair play, yakni mencabut haknya sebagai wasit untuk selama-lamanya.

“Kalau memang dia pantas jadi wasit, kami akan lanjutkan. Kalau dia kurang mampu, kurang pengetahuan tentang perwasitan misalnya, kami akan sekolahkan, berikan pelajaran agar dia mampu. Tapi kalau urusan mental, jangan harap dia jadi wasit,” sambungnya.

“Kalau dia melanggar tidak sportif, dan menguntungkan salah satu tim, maka kami akan mencoretnya dari perwasitan Indonesia. Tidak hanya di Piala Presiden, tapi seterusnya. Kecuali dia salah mengambil keputusan, kami akan lihat dulu.”

Pada Piala Presiden 2017, akan ada 58 wasit yang akan bertugas terdiri dari 20 wasit, 20 asisten wasit, 10 pengawas pertandingan, empat instruktur wasit, dan empat orang yang ditunjuk sebagai pengawas yang dibentuk PSSI.

“Kami akan tambahkan 200 personel yang akan mengawasi ini (wasit),” tutupnya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply