Piala Asia U-19 2018: Tantangan Uni Emirat Arab untuk Konsisten

Uni Emirat Arab tampil naik-turun selepas juara Piala Asia U-19. Tak Terkecuali di 2018, tim asuhan Ludovic Batelli punya tantangan tampil konsisten.

Inkonsistensi UEA itu bisa dilihat dari pencapaian mereka menjadi juara di tahun 2008. Dua kali gagal lolos fase grup, satu lainnya terhenti di babak perempatfinal.

Dalam 14 pertandingan dalam empat edisi Piala Asia U-19, UEA cuma tiga kali menang. Empat laga lain menelan kekalahan dan tujuh lainnya selesai imbang.

Rekor pertahanan UEA tak cukup oke, dengan kebobolan sebanyak 15 kali. Sementara produktivitas gol mereka ada di angka 18 gol.

Sebuah performa bagus ditunjukkan oleh UEA saat fase kualifikasi Piala Asia 2018. Tiga kemenangan berhasil di pertandingan awal Grup A. Koleksi sembilan poin itu sudah mampu memastikan posisi teratas Grup A untuk penampilan ke-12 di Piala Asia.

Karena sudah mengunci tiket berlaga di Indonesia pada 18 Oktober-4 November 2018, UEA seperti melepas pertandingan terakhir saat melawan Bahrain. Mereka kalah dengan skor tipis 0-1.

UEA akan bersaing dengan Indonesia, Taiwan, dan Qatar untuk memperebutkan tiket perempatfinal Piala Asia 2018.

Pada 2014, UEA menjadi menutup kiprah Indonesia dengan pahit. Mereka memberi kekalahan ketiga, dengan hasil yang paling telak. Dalam pertandingan di Wunna Thiekdi Stadium, Indonesia menelan kekalahan dengan skor akhir 1-4.

UEA kembali akan menjadi lawan terakhir Indonesia di laga Grup A Piala Asia 2018. Laga itu akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno pada 24 Oktober mendatang.

Sebelum menghadapi UEA, Indonesia wajib menjaga peluang untuk lolos ke perempatfinal saat menghadapi Hong Kong dan Qatar.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply