Pesan untuk Calon Ketum PSSI: Prestasi Nanti Dulu, Kuatkan Pembinaan

Pesan untuk Calon Ketum PSSI: Prestasi Nanti Dulu, Kuatkan Pembinaan

Timnas Sepakbola Indonesia selalu dituntut memberikan prestasi. Tapi itu tak mungkin terjadi jika tidak ada pembinaan kuat sejak dini.

PSSI akan memilih ketua umum barunya pada Kamis (10/11/2016) besok. Sembilan nama akan bersaing dalam pencalonan, mereka datang dari berbagai latar belakang dan membawa misinya masing-masing.

Seluruh kandidat itu pastinya tahu akan dahaga prestasi yang dirasakan suporter Indonesia. Kali terakhir ‘Skuat Garuda’ pulang membawa titel juara adalah pada SEA Games 1991 silam dengan medali emas berhasil diraih.

Membentuk timnas yang kuat dan beprestasi jelas jadi keinginan semua pihak. Namun para calon ketua umum diingatkan kalau hal tersebut tidak akan bisa diraih dalam waktu singkat. Penting untuk mereka lakukan setelah terpilih adalah menguatkan pondasi berupa pembibitan usia dini.

“Setidaknya butuh waktu 5-10 tahun untuk bisa membangun itu. Ibaratnya, usia muda dimulai dari usia 8 tahun tentu baru akan bisa dipetik 10-15 tahun kemudian,” ungkap pengamat olahraga yang juga menjadi dosen dan Kepala UPT Olahraga Institut Teknologi Bandung, Tommy Apriantono.

“Seperti Jepang, dia mulai membangun sepakbola sejak 1979 setelah Piala Dunia Junior di Tokyo dan mereka baru bisa masuk Piala Dunia itu tahun 1998. Itu artinya hampir 19 tahun. Itupun dengan catatan bantuan pemerintah dan bantuan masyarakat juga solid. Jadi memang butuh waktu untuk masalah itu,” lanjut dia dalam perbincangan dengan detikSport.

Dari visi dan misi yang sudah dilontarkan seluruh bakal calon, mayoritas mereka sudah menuliskan kalau pembinaan usia dini akan jadi salah satu perhatian utama.

Hal lain yang juga harus diperhatikan para calon ketum adalah soal suporter. Masih terjadinya aksi kekerasan oleh kelompok suporter yang sampai membuat nyawa melayang tak seharusnya terjadi lagi.

“Kompetisi mudah saja untuk dijalankan karena masyarakat Indonesia sendiri sudah senang menonton bola dan sepakbola adalah olahraga populer selain bulutangkis dan basket. Cuma kan tantangan lainnya adalah bisa tidak membereskan soal suporter, seperti kemarin The Jakmania yang bentrok dengan suporter lain, yang sampai meregang nyawa. Padahal kita tahu nyawa itu jauh lebih berharga dari pertandingan sepakbola. Jadi dari segi suporter harus dibenahi,” tegasnya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply