Perwakilan PSG Sudah Di London Bahas Transfer Alexis Sanchez

Direktur olahraga Paris Saint Germain Antero Henrique sudah berada di London. Kedatangannya adalah untuk melakukan pembicaraan dengan Arsenal terkait rencana transfer Alexis Sanchez.

Klub raksasa Ligue 1 itu sebelumnya dikabarkan siap menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk memboyong bintang Chile, yang memiliki sisa satu tahun lagi masa kontraknya dengan The Gunners.

Manajer Arsene Wenger sebelumnya telah menegaskan bahwa bintangnya tidak akan dijual, namun menurut Le Parisien, direktur olahraga PSG Antero Henrique telah melakukan perjalanan ke London dengan harapan bisa menegosiasikan kesepakatan.

“Keputusan telah dibuat dan kami akan tetap berpegang pada keputusan tersebut. Keputusan itu adalah (Alexis Sanches) tidak untuk dijual,” tulis The Mirror mengutip Wenger.

“Target utama kami adalah berkonsentrasi di Premier League, dan bagi saya hari ini, Liga Primer lebih penting daripada tiket Liga Champions (lewat jalur Liga Europa). Itulah sebabnya kami membutuhkan Alexis,” tambahnya.

Meski Arsene Wenger yakin bisa menahan Sanchez, namun manajemen The Gunners sendiri tampaknya enggan membiarkan si pemain pergi secara gratis setelah kontraknya habis di akhir musim 2017-18 mendatang. Itu sebabnya mereka berharap Sanchez dijual sekarang mumpung harganya masih tinggi.

Situasi ini yang coba dimanfaatkan oleh PSG. Mereka yakin nilai tawaran yang mereka ajukan bisa meluluhkan hati The Gunners untuk membiarkan si pemain pergi pada musim panas ini.

Angka 50 juta poundsterling bahkan mungkin lebih diperkirakan akan diminta oleh Arsenal kepada klub-klub yang ingin memboyong mantan pemain Barcelona itu.

Sanchez telah menolak tawaran perpanjangan kontrak di Arsenal lantaran tuntutan kenaikan gajinya yang sebesar 300 ribu poundsterling tak dikabulkan. Arsenal hanya menyanggupi 270 ribu poundsterling per pekan. Jumlah itu sudah dua kali lipat yang diterima Sanchez musim lalu.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply