Persija: Semoga Kasus Simic Bisa Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Marko Simic tersandung kasus hukum di Australia. Manajamen Persija Jakarta berharap masalah tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Simic masih berada di Australia setelah paspornya ditahan oleh yang berwenang. Dia diduga kasus melakukan pelecehan terhadap wanita di dalam pesawat menuju Sydney, Australia beberapa hari lalu. Simic terancam berada di negeri Kangguru hingga 9 April atau tepatnya setelah sidang digelar.

Tanpa Simic, lini depan Persija akan berlubang cukup besar. Apalagi, Macan Kemayoran ditunggu Piala AFC dan Piala Presiden 2019.

Persija tak tinggal diam. Manajemen telah mengutus Gusti Randa dengan restu PSSI sebagai pengacara yang ditemani oleh kuasa hukum Simic dari Kroasia, Robert Haralovic.

CEO Persija, Ferry Paulus, tengah berupaya menyelesaikan masalah tersebut. Pengacara sedang mencari tahu identitas korban untuk melobi agar kasus tersebut bisa dituntaskan secara baik-baik.

“Komunikasi sesama pengacara lokal (Gusti Randa) dengan yang asing (Robert Haralovic) lumayan kondusif dan sudah ketemu clue-nya memang ada upaya yang harus juga dikomunikasikan ke korban,” ujar Ferry Paulus kepada detikSport di Lapangan Sutasoma, Halim, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

“Komunikasi ke korban menjadi upaya yang paling bagus untuk dapatkan solusi terbaik bagi Persija Jakarta. Ada clue bahwa korban ini adalah warga negara Indonesia tapi punya kerjaan humas di sana. Namun identitas nama pastinya belum ketemu,” kata Ferry.

Saat ini, Persija menunggu perkembangan lebih lanjut kasus itu. Gusti Randa terbang ke Australia pada pekan depan.

“Kebetulan Pak Gusti Randa pernah tinggal lama di sana, jadi rasanya tidak terlalu sulit untuk beradaptasi dan mencari tau korban yang menetap di sana. Inti permasalahannya kan kalau bisa diselesaikan kekeluargaan kenapa harus jadi rese,” kata dia.

Dalam penuturan Simic, Ferry menyebut pemain 31 tahun itu membantah jika telah melakukan pelecehan. Untuk itu, Persija akan berusaha keras agar cepat menyelesaikan masalah itu.

“Detailnya saya tidak tahu. Pokoknya dia merasa dia tidak bersalah. Yang bisa buktikan kan ya pengadilan. Tapi saya tidak mau jauh-jauh sampai arah pengadilan bagaimana caranya kami cari jalan tengah supaya ini selesai,” katanya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply