Persija Kesulitan Rekrut Pemain Asing Mumpuni

Persija Jakarta menjadi salah satu klub yang gencar menyeleksi pemain asing menjelang Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016. Namun, pada akhirnya hanya tiga pemain yang direkrut.

Ketiga pemain yang diikat kontrak Persija adalah bek tengah Willian Pacheco, gelandang Hong Soon-Hak, dan striker asal Kolombia Jose Adolfo Guerra.

Sebelumnya, manajemen telah mendatangkan segudang pemain impor. Di antaranya Patrick da Silva, Rafael dos Santos, Gilbert Fiamenyo hingga Shoei Matsunaga. Namun, tak satupun pemain ini yang dilirik.

Dari ketiga pemain yang dikontrak hanya Willian yang cukup lama menjalani proses seleksi. Bek asal Brasil itu tercatat hampir sebulan bergabung sebelum kontraknya dipermanenkan manajemen Macan Kemayoran.

Sementara Soon-Hak dan Guerra terbilang singkat. Bahkan, Guerra tidak melewati proses seleksi karena kedatangannya ke Jakarta hanya sehari sebelum laga perdana Persija di ISC digelar.

Guerra menjadi alternatif terakhir untuk menambal krisis penyerang yang dialami tim ibu kota. Itu lantaran Bambang Pamungkas berhalangan tampil hingga pekan ketiga dan Rahmat Afandi belum pulih dari cedera.

Boya Tak Punya Motivasi

Sementara pemain yang sudah menjadi incaran manajemen sejak tahun 2014, Pierre Boya, ternyata tidak sesuai ekspektasi.

Manajemen lebih memilih Guerra ketimbang Boya. Padahal, keduanya sempat dibawa pada laga perdana Persija melawan Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Jayapura.

Boya, yang pernah mencicipi kualifikasi Liga Champions bersama Partizan Beograd itu dinilai tak punya motivasi tinggi untuk bermain di Liga Indonesia.

“Secara teknik individu tak masalah. Dia punya kualitas bagus sebagai pemain asing. Tapi, berdasarkan evaluasi pelatih kepala (Paulo Camargo), Boya dinilai tak punya semangat juang di lapangan,” ungkap asisten pelatih Persija Denimar Carlos saat berbincang dengan CNNIndonesia, belum lama ini.

“Pelatih maunya pemain yang fight di lapangan dan Boya tidak punya itu.”

Setelah mencoret Boya, Persija sempat mendatangkan Park Geun Young. Namun, pemain impor asal Korea Selatan itu pun belum memikat hati pelatih Paulo Camargo.

Presiden Persija Ferry Paulus mengaku kesulitan mencari pemain asing berkualitas di ISC. Selain tak memiliki tim pencari bakat profesional, manajemen juga hanya mengandalkan analisis video pertandingan yang ditawarkan agen pemain.

“Tapi, persoalan sanksi FIFA dan ketidakjelasan kompetisi juga jadi persoalan besar,” ujar Ferry.

Song-Hak Paling Bersinar

Sejauh ini, pembelian terbaik Persija adalah Song-Hak. Pemain asal Korsel itu punya mobilitas yang tinggi dan piawai menjaga keseimbangan lini tengah tim ibu kota.

Kehadiran Song-Hak menjadi batu sandungan bagi Syahroni. Sebab, Camargo otomatis lebih sering menurunkan duet Song-Hak dan Amarzukih di lini tengah.

Sementara bek asing Persija, Willian, tampil cukup memuaskan. Postur tubuhnya yang mendulang cukup mampu menjaga keamanan daerah pertahanan Persija dari situasi umpan silang.

Adapun Guerra, dinilai masih harus terus beradaptasi untuk mendapatkan chemistry dengan rekan-rekannya. Setidaknya striker 26 tahun itu sudah menyumbangkan sebuah gol ke gawang Persela Lamongan, Jumat (13/5).

“Sejauh ini kami cukup puas dengan penampilan pemain asing yang kita punya. Mungkin hanya Guerra yang masih butuh waktu lebih banyak untuk adaptasi karena memang baru datang terakhir sebelum kick off ISC,” ujar Ferry.

33 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply