Persib Tak Silau Performa Apik Bali United

Persib Bandung akan melakoni pertandingan di pekan ke-25 Liga 1 2017 dengan menghadapi Bali United di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (21/9).

Bali United jelas bukan lawan yang enteng bagi Persib, mengingat klub berjulukan Serdadu Tridatu itu merupakan penghuni posisi dua di klasemen sementara Liga 1.

Tantangan berat tentunya bagi Persib yang ingin melanjutkan tren tidak terkalahkan di putaran dua kompetisi ini.

Bali United dikenal memiliki permainan agresif dan tercatat sebagai salah satu kesebelasan paling produktif di Liga 1. Buktinya striker andalan mereka, Sylvano Comavlius, berhasil menduduki posisi puncak daftar pencetak gol terbanyak dengan torehan 26 gol dan empat assist.

Meski kekuatan Bali United sangat menakutkan, namun Persib tak gentar untuk menghadapi mereka dalam pertandingan nanti. Pelatih Persib, Emral Abus menilai perbedaan peringkat di klasemen tak menjamin kemenangan.

“Bali ada di posisi kedua saat ini, tentunya mereka juga punya tren positif. Tapi sepak bola tidak bisa dibandingkan dengan ranking di klasemen, karena di dalam sepakbola pemain slalu ada fluktuasi, tentunya Persib besok punya peluang yang besar untuk bisa menang,” terangnya di Graha Persib, Rabu (20/9).

Dalam pertandingan nanti, duel di lini depan dan tengah pasti akan menjadi tontonan yang menarik. Kedua kesebelasan ini memang memiliki barisan tengah yang solid plus lini depan yang tajam.

“Di sini peran pemain sangat penting, pelatih hanya buat strategi, pemain yang menerjemahkan strategi. Pemain sudah disiapkan, bagaimana ketika menyerang, bertahan dan di siyuasi bola mati bagaimana.”

“Tinggal siapa yang cerdik memanfaatkan peluang dan menjalankan strategi yang berdasarkan analisa pertandingan Bali lawan Borneo,” terang Emral.

Pertandingan antara Bali United melawan Persib akan digelar pada sore hari. Persib sendiri merupakan kesebelasan yang kurang menguntungkan jika bermain sore. Namun, Emral memastikan bahwa hal tersebut tidak akan berpengaruh banyak.

“Cuaca sudah adaptasi dan mereka juga main jam tiga kebetulan saja hasilnya waktu itu seri. Kemari itu meski panas tapi kita kuasai pertandingan di babak pertama hanya tidak ada gol.

“Kalau compact defend itu memg sulit utk dibongkar, yang sering terjadi kita asyik serang lalu malah jadi lupa bertahan,” tukasnya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply