Penyerangan Leicester Tanpa Variasi

Bukan hanya pertahanan yang mampu diacak-acak lewat umpan-umpan pendek, faktor sulitnya Leicester menyaingi MU dalam pertandingan ini salah satunya dikarenakan penyerangan mereka yang masih tanpa variasi. Nama-nama musim lalu semisal Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dan Marc Albrighton masih jadi tumpuan serangan pasukan Claudio Ranieri.

Tentu saja ini sudah diketahui oleh MU. Menghentikan mereka pun adalah tugas yang harus dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan tidak membiarkan para pemain itu menguasai bola terlalu lama. Whoscored mencatat Mahrez menyentuh bola sebanyak 18 kali, Vardy 17 kali, dan Albrighton 38 kali. Ini berarti tiga pemain ini jarang sekali terlibat dalam penyerangan.

Selain itu, area gerak mereka pun hanya berkutat di tengah dan di samping, jarang masuk kotak penalti. Ini dikarenakan oleh penampilan kuartet bek MU (Valencia, Bailly, Smalling, dan Blind) yang rapat di belakang dan tidak jarang sudah melakukan tekanan kepada para penyerang lawan sebelum mereka mencapai kotak penalti.

Inilah yang membuat Vardy, Mahrez, dan Albrighton sulit untuk berkreasi, hingga akhirnya mereka hanya bergerak di area tengah dan samping saja.

Serangan Leicester mulai mengalir ketika tiga pemain tersebut diganti pada babak kedua. Masuknya Demarai Gray, Andy King, dan Jeffrey Schlupp membuat permainan Leicester menjadi lebih hidup. Inovasi-inovasi dalam penyerangan yang dilakukan pun sempat membuat bek-bek MU kerepotan, sehingga Gray mampu mencuri gol lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-59.

Masuknya Andy King juga membuat lini tengah Leicester menjadi lebih rapat, dan membuat MU kesulitan untuk kembali mencetak gol pada babak kedua.
Bagaimana Wayne Rooney?

Dalam pertandingan ini sang kapten tidak diturunkan sejak menit awal. Hal tersebut seakan menegaskan pernyataan Mou di media bahwa “tidak ada pemain yang dispesialkan” dalam skuatnya.
Namun, pada babak pertama ketika Rooney belum bermain, permainan MU lebih mengalir dengan keberadaan Mata di posisi gelandang serang. Kejadian ini mirip dengan yang terjadi ketika Inggris menang melawan Jerman dalam pertandingan uji tanding sebelum Piala Eropa 2016. Ketika itu, Inggris menang 2-3 di Olympiastadion tanpa Rooney di dalam skuat, dan Dele Alli yang mengisi posisi Rooney.

Dengan moncernya permainan MU ini tanpa sosok Rooney, tentunya akan menimbulkan pertanyaan, apakah Rooney akan tetap ada dalam skuat “Setan Merah” untuk pertandingan-pertandingan berikutnya?

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply