‘Penyakit Diving yang Sudah Mewabah di Premier League Harus Dihentikan’

Dalam beberapa laga Liga Inggris pekan lalu, ada beberapa pemain melakukan diving. Hal itu yang menjadi perhatian eks pemain Arsenal, Ian Wright.

Marcus Rashford dan Leroy Sane merupakan dua pemain yang dinilai oleh Wright jatuh terlalu mudah kala melakukan kontak dengan pemain di kotak penalti lawan.

Rashford menjadi pembahasan saat laga Manchester United melawan Swansea City. Saat dia hendak melewati kiper The Swans, Lukasz Fabianski, penyerang 19 tahun itu menjatuhkan diri.

Wasit menunjuk titik putih, yang berhasil dieksekusi oleh Wayne Rooney. Laga MU melawan Swansea sendiri berakhir imbang 1-1 setelah Gylfi Sigurdsson mencetak gol penyeimbang lewat tendangan bebas.

Beberapa saat setelahnya, Manchester City juga mendapatkan penalti kontroversial saat bermain imbang 2-2 kala melawan Middlesbrough. Sane juga jatuh terlalu mudah saat terjadi kontak dengan pemain Middlesbrough, Marten De Roon.

Wright menilai bahwa dulu memang diving cuma dinilai merupakan gangguan kecil dalam pertandingan. Tapi dengan diving dua pemain tim asal Manchester akhir pekan lalu, Wright menganggapnya sebagai ‘wabah’ yang lebih serius.

“Diving dulu merupakan masalah kecil tapi amat menjengkelkan dalam permainan. Sekarang itu menjadi wabah besar dan kita harus menghentikannya agar tak menyebar lebih luas,” kata Wright seperti dilansir The Sun.

“Tak lama lalu, kami harus menggelengkan kepala kami sekali dalam sebulan atau saat kami melihat seseorang terlalu mudah jatuh untuk mendapatkan penalti. Tapi perlahan –dan itu terjadi dalam nyaris semua pertandingan.”

Kami melihatnya dalam tiga dari empat pertandingan Premier League di hari Minggu, mengakibatkan penalti yang bisa mempunyai dampak besar pada bagaimana semua hal yang terjadi di papan atas dan papan bawah klasemen.”

“Pelanggaran yang melibatkan Harry Kane di White Hart Lane mungkin layak diganjar penalti. Tapi, dia jelas menjatuhkan diri seperti dilanggar dengan keras untuk meyakinkan Michael Oliver akan menunjuk titik putih setelah dia ditekel oleh Gabriel. Tapi di Old Trafford dan Riverside itu amat buruk,” imbuhnya.

Untuk mengeliminir kesalahan wasit dalam mengambil keputusan, FIFA sudah memperkenalkan teknologi video assistant referee (VAR). Saat diuji coba dalam laga persahabatan antara Prancis melawan Spanyol bulan Maret lalu, VAR terbukti bisa membantu wasit mengambil keputusan yang tepat.

Spanyol memetik kemenangan 2-0, satu gol Antoine Griezmann dianulir karena Layvin Kurzawa berdiri offside saat memberi umpan pada striker Atletico Madrid itu. Sementara itu, gol Gerard Deulofeu disahkan meski hakim garis mengangkat bendera offside.

Wasit bisa mengambil keputusan akurat dalam laga itu dengan bantuan tayangan ulang. FIFA sudah mengambil keputusan Piala Dunia 2018 mendatang akan menggunakan VAR. Untuk mengantisipasi aksi diving pemain depan, VAR bisa menjadi jawaban agar wasit bisa mengambil keputusan tepat.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply