Pemilihan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar Jamin Tak Ada Politik Uang

Komite Pemilihan menjamin tak ada politik uang dan black campaign dalam penentuan ketua umum PSSI kali ini. Mereka berjanji akan mengawasi dengan netral dan independen.

PSSI tengah mencari ketua umum untuk menggantikan La Nyalla Mattalitti. La Nyalla harus mengundurkan diri lebih cepat dari masa jabatan yang semestinya karena menjadi tersangka kasus pencucian uang dalam pengelolaan dana hibah yang diterima Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur tahun 2011 sampai 2014. Untuk sementara tugas ketum dipegang Hinca Panjaitan yang sebelumnya menjadi wakil ketua umum.

Sampai saat ini ada delapan nama bakal calon ketua umum PSSI yang lolos verifikasi Komite Pemilihan. Sebagian besar adalah sosok-sosok yang sudah pernah atau tengah menjadi pengurus PSSI, yakni Benhard Limbong, Djohar Arifin, dan Toni Aprilani. Sementara sederet nama baru adalah Walikota Batu Eddy Rumpoko, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Edy Rahmayadi, mantan panglima TNI Moeldoko, CEO Bosowa Group Erwin Aksa, dan mantan pemain nasional Kurniawan Dwi Yulianto.

Di samping balon Ketum, ada 19 nama balon wakil Ketum, dan 57 nama balon anggota Komite Eksekutif PSSI. Komite Pemilihan akan mengumumkan calon tetap pada 19 September, sebelum akhirnya dilanjutkan dengan proses sosialisasi.

Ketua Umum Komite Pemilihan (KP) Agum Gumelar menyadari masa-masa pemilihan berpotensi muncul politik uang dan black campaign. Dia berjanji agar praktik-praktik tersebut tak berlangsung dalam penentuan ketua umum, wakil ketua, dan anggota eksekutif PSSI nanti.

“Mendengar itu, ya tentunya saya prihatin. Tapi saya akan bawa atau giring proses pemilihan nanti menjadi proses yang berbobot. Jadi hal-hal seperti itu seberusaha mungkin harus kita bisa cegah. Saya ingin dalam betul-betul nuansa demokratis, saya ingin dalam suasana yang penuh jiwa sportifitas,” kata Agum kepada detikSport di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (10/9/2016).

Menurut ketua umum PSSI periode 1999-2003 ini, dirinya juga akan meminta timnya untuk bersikap netral dan independen terhadap apapun. Termasuk ikut mengawasi praktik tersebut.

“Ya jelas sebagai anggota KP, kami akan coba mengawasi itu. Kami akan minta tim untuk bersikap independen dan netral. Ini luas sekali dengan langkah yang dilakukan,” ujarnya.

Sebaliknya kepada pemilik suara, mertua dari legenda hidup bulutangkis Taufik Hidayat ini, meminta agar pemilih betul-betul dewasa dalam proses memilih. “Artinya dia tidak terpengaruh dengan cara black campaign atau politik uang. Saya akan coba cegah supaya tidak terjadi seperti itu,” imbuhnya.

“Tapi sekali lagi kami tidak mengharapkan terjadi seperti itu,” ucap dia.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply