Pemecatan Tigor dan Risha, Semen Padang: Penggantinya Harus Kerja Keras

Keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memecat Tigorshalom Boboy dan Risha Adi Wijaya tak disangka-sangka klub. CEO Semen Padang Rinold Thamrin bilang sulit mencari penggantinya.

LIB memutuskan mendepak Tigor yang menjabat sebagai COO LIB, dan Risha CEO LIB. Keputusan itu diambil tak lama setelah menunjuk Gusti Randa sebagai Komisaris sementara LIB bersama Direktur, Dirk Soplanit.

Keputusan itu menimbulkan pertanyaan karena di dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) tidak dibahas masalah tersebut. Muncul isu miring pemecatan tersebut karena adanya faktor suka dan tidak suka dari beberapa orang.

Ketua Umum Persipura Jayapura Benhud Tommy Mano juga sempat mempertanyakaan langkah manajemen interm LIB tersebut. Dia mendesak LIB untuk transparan mengenai alasan pemecatan tersebut karena tak ada komunikasi dengan klub.

Rinold menilai pemecatan keduanya tidak dibahas dalam agenda RUPS. Dia menyayangkan karena Tigor dan Risha dianggap tidak ada masalah dan memiliki kinerja yang bagus.

“Kalau untuk Tigor dan Risha itu sebenarnya tidak ada persetujuan seperti itu dari klub. Yang pada saat RUPS dengan LIB itu, itu kan kami hanya membahas menunjuk komisaris siapa dan direksi siapa, ya otomatis karena mereka menjabat sebagai direktur pada saat ini otomatis memang tidak sebagai direktur, iya kan, karena pada saat itu kan ditunjuk kalau untuk direktur kan pak Dirk dan komisaris pak Gusti Randa,” ujar Rinold saat dihubungi pewarta, Sabtu (30/3/2019).

“Nah dengan demikian susunan badan direkturnya LIB berubah sama sekali, nah kalau yang dimaksud persetujuan klub seperti itu, iya. Tapi kalau Risha dan Tigor tidak dipakai lagi itu hal yang lain. Misalnya mereka tetap diberdayakan tapi tidak sebagai direktur, karena direktur kan cuma satu kan, nah kalau konteksnya seperti itu benar, karena kan itu urusan dari PSSI untuk menunjuk pak dirk dan pak Gusti Randa,” ujar dia.

“Tapi, terkait dengan Risha dan Tigor itu, sebenarnya, dia bisa diberdayakan sebenarnya, walaupun tidak sebagai direktur. Nah itu lagi-lagi kami kembalikan kepada Pak Dirk sebagai direktur dan beliau yang menjalankan operasional LIB setelah RUPS itu,” dia menjelaskan.

“Kalau menurut saya kalau untuk diberdayakan itu boleh, karena mereka itu kan mereka praktisi sebenarnya, Pak Risha dan Pak Tigor kan orang-orang bagus sebenarnya. Bisa dijadikan perangkat di LIB, tapi tidak sebagai direktur. Tapi kalau menurut kami sayang kalau mereka dilepas begitu saja karena mereka kompeten,” kata dia.

Hingga saat ini, Rinold belum bisa menerka pengganti Tigor dan Risha. Dia bilang pengganti Tigor memiliki pekerjaan berat.

“Jajaran dibawahnya sebenarnya setlle, ibaratnya gini deh, ditentukan saja kapan liga, sampaikan ke mereka, mereka sudah tahu apa yang akan mereka lakukan, itu yang sekarang ya, diluar Risha dan Tigor ya. Tapi kan selama ini Tigor bagus dari sisi regulasi segala macam, nah itu, masa kami nyari lagi orang yang intens di sana, itu saja. Kalau Risha kan selaku CEO. nah itu bisa oleh siapa aja,” katanya menambahkan.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply