Pelatih Tottenham Hotspur Bicara Soal Sepakbola Putri Indonesia

Pelatih Tottenham Hotspur Bicara Soal Sepakbola Putri Indonesia

Pelatih pengembangan internasional Tottenham Hotspur, Anton Blackwood, menyebut bahwa Indonesia punya potensi mengembangkan sepakbola putri.

Anton didatangkan langsung dari International Development Coach Tottenham Hotspur, London, untuk menyaksikan secara langsung Kompetisi Nasional AIA Championship for Women yang berlangsung 1 Desember.

Kompetisi yang kali pertama diadakan oleh AIA itu diikuti 16 tim dari berbagai daerah. Yang menarik dari kompetisi ini bukan hanya memilih tim juara, juga dipilih 16 pemain terbaik untuk mewakili Indonesia di kompetisi tingkat regional di Bangkok, Thailand, pada bulan Maret 2019.

Jika berhasil menjadi finalis di Bangkok, tim AIA Indonesia akan bertanding dalam babak final di markas Tottenham Hotspur, London. Anton juga menjadi salah satu pelatih yang ikut menyaksikan serta memilih para pemain terbaik tersebut.

“Banyak potensi di sini. Saya sedang berpikir karena ada banyak pemain potensial dan sayang jika tidak diambil. Ini menjadi pilihan berat untuk kami dalam memilih,” kata Anton, dalam jumpa pers yang digelar di Wisma Aldiron, Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (1/12/3018).

“Saya pikir animo sepakbola putri di sini juga cukup tinggi. Tapi untuk memilih pemain saya harus melihat teknik bermain bolanya, fisiknya, dan harus mempunyai kepekaan yang tinggi agar bisa menerapkan taktik dan strategi yang pelatih berikan,” ujarnya kemudian.

Dia menambahkan, sepakbola putri Indonesia punya peluang untuk berkembang. Tapi harus ada kompetisi yang menaunginya.

“Saya pikir sepakbola putri di Indonesia butuh kesempatan untuk berkembang salah satu caranya dengan adanya kompetisi atau kejuaraan seperti ini. Kelebihan pesepakbola putri di sini saya lihat mereka punya skill dan bermain have fun. Tapi intinya mereka butuh kompetisi lagi supaya bisa mengembangkan permainannya,” sarannya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply