Pelatih Legendaris Persija Terbaring di Rumah Sakit

Pelatih Legendaris Persija Terbaring di Rumah Sakit

Sudah sepekan legenda Persija, Sugih Hendarto, terbaring di Rumah Sakit Mulia Pajajaran, Bogor lantaran mengalami sesak napas. Pelatih klub berjulukan Macan Kemayoran di era 1980-an tersebut lemah tak berdaya di atas kasur lantai 5 kamar Emerald nomor 12.

Ketika CNNIndonesia.com menjenguk pria yang akrab disapa ‘Om Hend’ tersebut, Sugih berada dalam kondisi yang lemas. Jus pepaya yang berada meja samping tempat tidurnya tidak habis diminum hingga perawat mengambilnya kembali.

Semangkok bubur pun tak habis ia makan. Saat CNNIndonesia.com meminta kesediannya untuk diwawancara, dia hanya menjawab singkat.

“Mau istirahat,” kata kakek berusia 83 tahun tersebut, Jumat(4/3) sore.

Kendati begitu, pria yang baru saja berulangtahun pada 21 Februari tersebut seringkali menghiraukan rasa sakitnya dengan mencari-cari kegiatan kecil yang bisa ia lakukan di atas kasur.

“Mau tulis. Sudoku,” katanya kepada Susi Delanu, orang tua murid dari Nurcholis Mahendra yang merupakan anak didik Sugih di klub Menteng Yunior.

Sebelum jatuh sakit, Sugih aktif membina klub Menteng Yunior sebagai pelatih kepala. Selain Susi, Hakim, Said, dan beberapa rekan lainnya yang merupakan anak didik Sugih dari klub Menteng Yunior juga menjenguk Sugih sore hari itu.

Susi mengatakan sehari-hari Sugih terbiasa tinggal seorang diri di kediamannya di Cibitung, Bekasi. Di usianya yang sudah senja, tak jarang Sugih menggunakan angkutan umum seperti bus kota untuk ke tempat latihan di kawasan Pancoran, atau KRL Commuter Line untuk berkunjung ke rumah keluarganya di Bogor.

“Saya ingin para pemain didikan Om Hend dapat menyisihkan sedikit waktu untuk menyapa, soalnya Om Hend seperti kehilangan semangat. Obrolan aku terakhir, dia cuma diam. Tidak seperti biasanya,” ucap Susi kepada CNNIndonesia.com .

“Aku bilang, ‘Aku tunggu di lapangan ya Om Hend?’ Dia tidak jawab, cuma menghela nafas saja. Biasanya dia sudah jawab cepat karena masih mau mengajarkan latihan sama anak-anak dan bilang mau bikin Hendra lebih bagus lagi,” tuturnya menambahkan.

Senada, Hakim yang sehari-hari membantu Sugih melatih pun berharap agar pria yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri itu dapat diberi kesembuhan.

“Mungkin pesannya kepada para pecinta sepak bola Indonesia adalah mohon doanya untuk seseorang yang mendedikasikan ilmunya buat anak-anak usia dini dan tidak pernah puas untuk memberi ilmunya,” ujar Hakim.

Belum diketahui secara pasti kapan Sugih akan keluar dari rumah sakit. Namun kabarnya, pihak keluarga berencana untuk menempatkan Sugih ke Panti Jompo.

Sebelumnya Sugih sudah sering keluar masuk rumah sakit. Awal tahun lalu, ia sempat menjalani operasi tulang pinggul di Rumah Sakit Siaga, Jakarta Raya. Sugih terjatuh saat melewati pembatas lapangan ketika hendak melatih di Lapangan Aldiron, Pancoran.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply