Paulinho Ungkap Penyebab Dirinya Gagal di Tottenham Hotspur

Paulinho Ungkap Penyebab Dirinya Gagal di Tottenham Hotspur

Gelandang Barcelona Paulinho mengatakan bahwa kegagalannya bersama Tottenham Hotspur pada periode 2013-15 terjadi lantaran pelatih Mauricio Pochettino tidak memasangnya di posisi sebenarnya.

Banyak pihak mempertanyakan keputusan Barcelona ketika memboyong Paulinho dari klub Guangzhou Evergrande di awal musim 2017/2018. Dengan nilai transfer yang mencapai 40 juta euro, Los Cules dinilai telah melakukan pembelian sia-sia.

Cukup beralasan jika pembelian pemain asal Brasil itu dikritik banyak orang. Pasalnya, Paulinho dinilai sebagai pemain yang gagal dengan mengacu pada performanya selama dua musim memperkuat klub Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspur pada musim 2013/2014 dan 2014/2015.

Selama bersama Spurs dia hanya mampu membukukan 45 pertandingan di Liga Inggris dan mencetak total enam gol. Sebenarnya karir dia cukup baik di awal bergabung dengan Spurs. Dia bermain reguler di bawah asuhan Andre Villas-Boas. Tapi ketika Mauricio Pochettino menjadi pelatih, karier pemain Brasil itu pun mandek. Dia akhirnya pindah ke Guangzhou Evergrande pada 2015.

Kini, setelah hampir setengah musim berseragam Barcelona, Paulinho kembali menunjukkan permainan terbaiknya. Dia membalikkan semua pendapat para pengeritiknya lewat penampilan yang mengesankan bersama tim besutan pelatih Ernesto Valverde.

Bersama Barca musim ini, Paulinho untuk sementara menjadi gelandang tersubur di La Liga. Hingga pekan ke-16, dia sudah membukukan sebanyak enam gol.

Dia pun angkat bicara memberikan alasan kenapa karirnya tak berkembang selama membela Tottenham. Gelandang berusia 29 tahun ini menuding bahwa performanya meredup karena kesalahan manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, dalam memposisikan dia dalam permainan. Dia dipasang bukan pada posisi idealnya.

“Di pertandingan perdana bersama Pochettino, saya bermain di posisi asli saya. Namun, setelah itu, saya bermain di hampir semua posisi kecuali posisi asli tersebut,” ungkap Paulinho dilansir Sportsmole.

“Jika tak bermain di posisi asli Anda di liga yang ketat seperti di Inggris, semuanya akan sulit. Setahun bersama dia, saya hanya dua atau tiga kali bermain di posisi saya dan saya bermain bagus. Namun bukan berarti saya punya masalah dengan Pochettino. Keputusannya memang seperti itu,” lanjutnya.

“Ketika saya pindah ke China dari Tottenham, banyak orang mengatakan karier saya tamat. Tapi saya bisa memenangi enam trofi, dan dalam kurun waktu setahun saya bisa kembali ke timnas Brasil.”

“Seperti itulah sepakbola. Itu seperti rollercoaster dan tak ada seorang pun yang memberi saya kesempatan. Tapi, saya ada di sini (Barcelona) sekarang,” tambahnya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply