Mengantisipasi Serangan Sayap Manchester United

Menghadapi United, Liverpool dihadapkan pada masalah cedera beberapa pemain. Dejan Lovren, Nathaniel Clyne, Adam Lallana, dan Georginio Wijnaldum mengalami cedera sebelum dan ketika jeda internasional berlangsung. Namun dari empat pemain tersebut, Lallana dan Wijnaldum kemunginkan besar akan melewatkan laga ini.

Untuk mengisi kekosongan kedua pemain tersebut, Emre Can yang mulai pulih dari cedera tampaknya akan menggantikan peran yang ditinggalkan Wijnaldum. Jika Can masih ragu untuk dipasang, Klopp masih memiliki Lucas Leiva.

Kondisi ini tampaknya akan membuat Philippe Coutinho berubah peran pada laga ini. Jika biasanya mantan pemain Internazionale Milan ini mengisi pos winger kiri, kali ini Coutinho tampaknya akan memainkan peran Lallana untuk bermain di lini tengah, bersama Jordan Henderson dan Emre Can atau Lucas Leiva.

Untuk pos lini depan yang ditinggalkan Coutinho, Daniel Sturridge tampaknya akan menjadi pilihan utama Klopp pada laga ini. Hanya saja memainkan Sturridge bisa berarti membuat Roberto Firmino bermain sebagai winger kiri karena Sturridge akan menempati pos penyerang tengah.

Kemudian jika Coutinho, Firmino, Sturridge, dan Sadio Mane dimainkan secara bersamaan, Klopp memiliki opsi untuk menanggalkan formasi dasar 4-3-3 andalannya. Formasi 4-2-3-1 bisa jadi akan dipasang Klopp agar Coutinho tetap menempati sisi kiri dan Firmino bermain sebagai gelandang serang, yang membuatnya tak terkunci di satu sisi.

Klopp memang harus sebisa mungkin tetap mempertahankan trio lini depan Liverpool, Coutinho-Firmino-Mane, bermain seperti biasanya. Perubahan posisi dan peran tentunya akan mengubah daya serang Liverpool. Produktivitas ketiganya membuat Liverpool memiliki lini serang paling ditakuti di mana 18 gol telah diciptakan (tertinggi bersama City pada pekan ke-7).

Liverpool sendiri masih akan menerapkan gegenpressing pada laga ini. Apalagi perlu diingat, United sempat kewalahan menghadapi pressing blok tinggi pada Manchester derby yang diterapkan Pep Guardiola. Sementara pressing blok tinggi Klopp jauh lebih agresif ketimbang pressing milik Pep bersama City-nya.

Karenanya menempatkan formasi dasar 4-2-3-1 tampaknya akan cocok untuk Liverpool pada laga ini. Empat pemain terdepan bisa menjadi tembok pertama dalam memberikan tekanan pada pemain bertahan United di lini pertahanannya. Sementara double pivot yang diperankan Henderson dan Can atau Lucas bisa membatasi atau menghambat lini tengah United ketika pressing yang dilancarkan empat pemain terdepan gagal menghentikan serangan Liverpool.

Memiliki empat pemain yang memiliki kemampuan melewati pemain lawan di atas rata-rata sendiri bisa menjadi senjata Liverpool dalam menembus pertahanan United. The Red Devils sendiri merupakan salah satu kesebelasan yang memiliki rataan pelanggaran cukup tinggi di Liga Primer, 12 kali per pertandingan, yang merupakan tertinggi kelima. Liverpool yang memiliki eksekutor bola mati bisa memanfaatkan hal ini untuk membobol gawang David De Gea.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply