Memanfaatkan Christian Gonzales sebagai mesin gol

Ada kesamaan antara kedua tim ketika mereka melakukan penyerangan. Walau keduanya adalah penganut formasi dasar yang berbeda (Persib 4-2-3-1 dan Arema 4-3-3), mereka sama-sama mengandalkan kedua sayap mereka ketika menyerang. Para pemain, terutama yang berdiri di posisi dekat sayap kerap bermain melebar, ditopang oleh kedua full-back yang cukup rajin dalam membantu penyerangan.

Di Persib, ada nama Atep dan Supardi/Tony Sucipto yang kerap menjadi tumpuan serangan di sisi kiri, serta ada nama Henhen/Supardi dan Febri Haryadi yang menjadi motor serangan di sisi kanan. Pemain-pemain tersebut acap melakukan kolaborasi di wilayah sayap, yang biasa diakhiri dengan tusukan ataupun umpan silang ke kotak penalti.

Tidak jauh berbeda dengan Persib, Arema pun kerap melakukan penyerangan lewat kedua sayap yang mereka miliki. Berbeda dengan Persib, serangan dari sayap Arema ini lebih dinamis karena melibatkan kombinasi-kombinasi dari beberapa pemain.

Di sisi kanan, ada fullback kanan (biasanya diisi Syaiful Indra ataupun Benny Wahyudi) yang kerap berkolaborasi dengan gelandang tengah yang sedikit merapat ke kanan dan winger kanan. Ada Adam Alis dan Nasir yang biasa mengisi kedua posisi tersebut.

Kolaborasi antarpemain itu pun kerap muncul ketika Adam Alis menyisir ke sayap, Nasir akan membukakan jalan dengan bergerak ke tengah. Ruang yang ditinggalkan Adam Alis akan diisi oleh fullback yang maju, sehingga jika nanti bola terebut serangan akan lebih mudah dihentikan.

Sementara itu di sisi kiri, ada fullback kiri (Johan Alfarizie) yang biasanya berkolaborasi dengan pemain tengah yang sedikit merapat ke kiri dan winger kiri. Biasanya Dendi Santoso dan Esteban Vizcarra yang akan mengisi posisi ini, walau Hanif Sjahbandi pun bisa difungsikan di posisi Dendi, dan ia menjalankan peran ini pada ajang Piala Presiden 2017 dengan cukup baik.

Sama dengan kombinasi yang terjadi di kanan, kombinasi di kiri biasanya mengandalkan pembukaan ruang yang dilakukan oleh Vizcarra yang banyak bergerak ke tengah. Dendi akan mengisi posisi Vizcarra dengan melakukan pergerakan di sayap, sementara posisi Dendi akan diisi oleh Alfaridzie yang naik ke depan.

Meski sama-sama mengandalkan sayap, selain berbeda dalam segi kombinasi, ada satu hal yang membedakan Persib dengan Arema, setidaknya untuk saat ini: kualitas penyerang tunggal di depan. Persib, semenjak Serginho van Dijk cedera, belum lagi mampu menemukan penyerang tunggal yang selain berperan sebagai finisher, juga mampu menjadi pengalir bola bagi rekan-rekan yang lain di depan.

Sementara itu, di tubuh Arema ada nama Cristian Gonzales yang dapat melakukan hal tersebut. Kemampuan finishing yang baik, aktif mencari dan membagikan bola di lini depan, serta mampu menjadi pemantul bagi rekan-rekannya adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh penyerang asal Uruguay tersebut.

Jika mampu memanfaatkan dan memfungsikan Gonzales dengan baik, bisa jadi Arema akan menciptakan sebuah kejutan dalam pertandingan ini.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply