Manchester United Perlu Bermain Cepat

Manchester United Perlu Bermain Cepat

Menghadapi gaya heavy metal Liverpool, Jose Mourinho tentunya bisa belajar banyak pada Manchester derby. Jika United gagal menangkal pressing blok tinggi Liverpool seperti kala menghadapi City, United kemungkinan besar bakal kembali kewalahan pada laga ini.

Permainan Liverpool yang cepat pun perlu mereka imbangi. Karenanya, memainkan Wayne Rooney pada laga ini tampaknya kurang ideal. United membutuhkan pemain cepat untuk menemani Zlatan Ibrahimovic yang tak jauh lebih cepat dari Rooney.

Bongkar pasang pemain pada skema 4-2-3-1 andalan Mourinho di United tampaknya akan kembali dilakukan. Beruntungnya, hanya Phil Jones yang dipastikan absen pada laga ini. Mourinho memiliki banyak opsi untuk memilih susunan pemain utama.

Yang perlu dilakukan oleh Mourinho tentu saja mencari cara agar bisa melepaskan tekanan dari gegenpressing yang akan dimainkan Liverpool. Paul Pogba dan siapapun di antara Marouane Fellaini atau Ander Herrera akan memiliki peranan penting ketika United membangun serangan.

Namun, pemain cepat yang dibutuhkan United sebenarnya bisa difungsikan untuk mengakali risiko tekanan yang didapatkan pemain bertahan United yang menguasai bola jika membangun serangan dengan umpan pendek sejak dari kiper. Pemain cepat diperlukan untuk memaksimalkan umpan-umpan panjang.

Memaksimalkan umpan panjang sendiri sebenarnya memaksimalkan kemampuan Ibrahimovic dalam duel udara juga. Keunggulannya dalam duel udara bisa menjadi cara United untuk sesegera mungkin mengirimkan bola ke sepertiga pertahanan lawan.

‘Setan Merah’ sejauh ini berhasil menjadi salah satu kesebelasan yang paling sering mengirimkan umpan silang dengan 179 kali (tertinggi kelima di liga) dan juga dengan didukung dengan 205 kali menyentuh bola di dalam kotak penalti lawan (tertinggi keempat).

Anthony Martial dan Marcus Rashford atau Jesse Lingard bisa menjadi pilihan ideal untuk kedua sayap. Kecepatan dan penyelesaian akhir keduanya bisa menjadi opsi ideal untuk memaksimalkan skema umpan panjang yang mengandalkan Ibrahimovic sebagai pusat operan.

Rooney jelas tidak masuk dalam skema ini, kecuali jika Mourinho hanya ingin mengandalkan bola panjang saja dan tanpa kecepatan. Juan Manuel Mata atau Henrikh Mkhitaryan akan lebih ideal ditempatkan di belakang Ibrahimovic. Kemampuan keduanya dalam membagi bola pun bisa memberikan dimensi lain dalam membongkar pertahanan Liverpool.

Skema umpan panjang ini kemungkinan besar akan diterapkan Mourinho kala menghadapi Liverpool. Indikasi ini terlihat ketika Fellaini difavoritkan mengisi double pivot bersama Pogba. Fellaini tercatat memiliki 15 kali umpan panjang berhasil dari 20 kali percobaan. Bandingkan dengan Herrera yang hanya sembilan kali berhasil dari 24 kali percobaan.

Selain itu, De Gea juga memiliki tingkat akurasi umpan panjang sebesar 70%, di mana ini merupakan tertinggi ke-6 di bawah Shay Given, Hugo Lloris, Loris Karius, Lukasz Fabianski, dan Thibaut Courtois. Hal ini jelas bisa mendukung skema umpan panjang dalam memaksimalkan Ibrahimovic.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply