Manchester City Mulai Musim Tanpa Kepuasan Berlebihan

Manchester City Mulai Musim Tanpa Kepuasan Berlebihan

Kapten Manchester City Vincent Kompany tahu betul ciri-ciri tim juara bertahan yang gagal di musim berikutnya: kepuasan belebihan dan rasa malas latihan. Ciri-ciri itu tak ada di Etihad kali ini.

Pemain asal Belgia, Vincent Kompany, mengatakan suasana di klub ‘benar-benar berbeda’ jika dibandingkan dengan musim-musim Liga Inggris sebelumnya, di mana mereka menjadi juara bertahan.

Gelar juara Premier League ketiga dalam enam tahun itu direbut dengan pecahkan rekor musim lalu, saat tim Pep Guardiola raih puncak klasemen dengan 100 poin.

Konsekuensinya, Manchester City memasuki musim 2018/19 sebagai favorit kuat, tetapi setelah mencicipi bagaimana rasanya menjadi runner-up semusim setelah juara pada tahun 2012 dan 2014, Kompany sadar betapa sulitnya mempertahankan gelar.

Namun, Vincent Kompany – yang setiap kali mengangkat trofi sebagai kapten – telah memperhatikan suasana yang berbeda di kamp Manchester City, jelang laga perdana melawan Arsenal musim depan, Minggu (12/8).

Berbicara di peluncuran Premier League Sky Sports, dia berkata, “Sebelum mengatakan apapun atau melakukan apapun, Anda ingin mengamati dan melihat apakah ada kesalahan-kesalahan yang sama seperti yang kami buat sebelumnya”.

“Saya harus jujur. Ada perasaan bahwa setiap kali kami memenangkan liga, Anda kembali ke sesi latihan pertama dengan semua orang sedikit malas, banyak senyum dan bahagia, tetapi sedikit kurang komitmen, dan tim yang bertekad menang bisa benar-benar menyakiti kami”.

“Saya datang [ke sesi latihan] kali ini dan suasanya benar-benar berbeda,” tegas Kompany.

Ditanya lebih lanjut oleh Gary Neville, mantan kapten Manchester United yang terakhir kali berhasil mempertahankan gelar (2008/2009), soal perbedaan itu, Kompany menjawab, “Yang pertama, kami menyadari [trofi] ini sangat berharga dan kami ingin mempertahankannya”.

“Nomor dua, Anda pergi ke pertandingan melawan Chelsea, dengan modal dua kekalahan Community Shields sebelumnya”.

“Ini tim Chelsea yang kuat. Orang-orang bisa membuat kesalahan berpikir Chelsea tidak benar-benar [kuat]. Mereka adalah tim yang sangat kuat dan tahu apa yang mereka lakukan. Kami bermain sangat baik melawan mereka dan itu bagi saya adalah pertanda yang sangat baik”.

Memasuki musim baru, Kompany akan bersaing dengan John Stones, Nicolas Otamendi dan Aymeric Laporte untuk berebut tempat di skuad utama Manchester City.

Pemain asal Belgia ini mengakui, cederanya yang sering kambuh menyebabkan ia sering dicoret dari skuad utama, tetapi dia siap berkontribusi baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Saya suka itu. Saya semakin baik dalam persaingan. Ini telah menjadi bagian penting dari perkembangan saya sebagai bek tengah,” tambahnya.

“Saya menjadi starter dalam 8 dari 10 musim, di mana sebelumnya orang-orang berkomentar saya akan kalah bersaing sebagai salah satu dari dua bek tengah”.

“Saya tidak begitu peduli dengan komentar orang-orang soal sejarah cedera saya. Saya tahu bagaimana perasaan saya sekarang, dan bentuk serta performa yang dapat saya sumbangkan,” ungkap Kompany.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply