Loyalitas Irsyad Maulana Ikut Semen Padang Naik Turun

Loyalitas Irsyad Maulana Ikut Semen Padang Naik Turun

Semen Padang memiliki satu pemain dengan loyalitas tinggi. Dia Irsyad Maulana.

Irsyad merupakan pemain asli Sumatera Barat. Mengawali klub profesional di Pelita Jaya dan Arema FC, pemain 25 tahun itu pulang kampung dengan bergabung ke Kabau Sirah pada 2014.

Nah, keputusan pulang kampung itu boleh dibilang menjadi momen penting Irsyad dalam karier sepakbolanya. Penampilan apiknya bersama klub Sumbar itu membuka jalannya bergabung dengan Timnas pada 2016.

Kendati popularitas mulai hinggap, Irsyad tak tergoda untuk pindah klub. Termasuk, saat Semen Padang mengalami terdegradasi ke Liga 2, Dia turut turun kasta.

Semusim mengarungi Liga 2, Semen Padang naik level lagi. detikSport berkesempatan berbincang-bincang langsung dengan Irsyad. Dia mencurahkan alasan tetap bertahan di Semen Padang itu.

“Saya memilih bertahan di Semen Padang karena darah saya Semen Padang. Sebagai putra daerah, saya ingin memberikan yang terbaik buat tim, mengabdikan diri, dan bagaimana bisa mengembalikan Semen Padang ke kompetisi teratas lagi,” ujar Irsyad, Rabu (13/3/2019).

Irsyad bertekad membawa Semen Padang untuk bersaing dengan klub-klub di papab atas Liga 1. banyak pelajaran penting sudah didapatkan dari Piala Presiden 2019 dan dijadikan bekal ke Liga 1.

“Hasil memang tidak baik untuk kami semua. Setidaknya kami bisa mengukur kekuatan kami sampai dimana. Yang penting, pelatih dan kami semua sebagai pemain selalu kerja keras untuk membanggakan klub Ranah Minang ini,” katanya.

Di Piala Presiden 2019, Semen Padang berada di Grup B bersama Bali United, Bhayangkara FC dan Mitra Kukar. Namun langkah mereka sudah terhenti setelah menelan dua kali kekalahan.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply