Konflik Darko-PBR Temui Titik Terang

Kasus penunggakan gaji Daniel Darko Janackovic yang dilakukan Pelita Bandung Raya (PBR) mulai menemui titik terang. Pihak kuasa hukum pelatih asal Serbia itu tinggal menunggu pembayaran dari klub yang telah dimediasi PSSI.

Sebelumnya, kuasa hukum Darko, Henry Indraguna, berencana melayangkan gugatan hukum kepada Polda Metro Jaya. Namun, langkah tersebut urung dilakukan karena ada mediasi dari PSSI.

PSSI pun sudah mengeluarkan surat yang salah satu isinya meminta waktu sekitar tiga hari untuk menyelesaikan kasus tersebut dengan mengundang semua pihak terkait.

“Jadi kami sangat puas dengan PSSI. Mudah-mudahan Senin (17/4) sudah disepakati bagaimana pembayaran dan jumlahnya. Kabarnya ada niatan baik untuk membayarkan tinggal jumlahnya saja yang kami bicarakan hari Senin nanti,” kata Henry di Kantor PSSI, Jakarta, Rabu (12/4).

“Jadi Kalau itu dibayarkan kami akan cabut semua laporan di Polda dan kami akan batalkan untuk gugatan minggu depan di pengadilan,” sambungnya.

Henry menyebut nilai gaji Darko yang tertunggak mencapai US$ 135 ribu atau sekitar Rp1,8 miliar. Pihaknya berjanji akan tetap melanjutkan proses secara hukum jika pelunasan gaji tak kunjung dilunasi.

“Saya belum bicarakan (pengurangannya) karena ini masih negosiasi. Klien kami sebenarnya cukup mengerti dengan kondisi yang ada. Karena tadi, Marco Gravia Paulo (Mantan Direktur PBR) sudah menceritakan kondisi yang ada di PBR sebetul-betulnya,” jelas Henry.

Henry berharap kasus yang dialami Darko bisa menjadi pengalaman berharga bagi sepak bola Indonesia.

“Mau merekrut pelatih atau pemain internasional tapi tidak dibayar. Kan sangat memalukan. Apa kata orang? Semoga yang terjadi kepada klien kami adalah yang terakhir dan tak terjadi lagi kepada yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Marco menambahkan, tunggakan yang terjadi pada Darko adalah kompensasi yang tak berbayar. Ia pun mengakui dirinya sebagai Direktur Utama PBR yang menandatangani cek yang memang diberikan kepada Darko sebagai jaminan.

Ia juga menginginkan dan menunggu permasalahan ini bisa cepat selesai setelah menunggu tiga tahun lamanya.

“Sekarang saya di PSSI, maka tidak mungkin ini tidak diselesaikan dan memang jalur yang terbaik adalah jalur mediasi supaya kita semua senang. Dan, ini contoh yang baik buat sepak bola Indonesia karena semua masalah harus bisa diselesaikan,” terang Marco yang kini menjabat sebagai Direktur Transfer dan Status PSSI tersebut.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply