Kompetisi Galakarya DKI Jakarta Terapkan Marquee Player

Kompetisi Galakarya DKI Jakarta membuat terobosan dengan memperbolehkan tim peserta menggunakan marquee player.

Peraturan marquee player sebelumnya akrab di kompetisi bola basket NBA. Di lingkup sepak bola Indonesia pertama kali diterapkan dpada saat kompetisi Liga 1 2017 bergulir.

Saat itu, para pemain berlabel bintang dari kompetisi Eropa bermain di Liga 1 2017, seperti Michael Essien, Danny Guthrie, Carlton Cole, Loris Arnaud, dan Julien Faubert.

Pemain berstatus marquee player yang diterapkan di Galakarya DKI Jakarta hanyalah pemain jebolan Timnas Indonesia dan juga pemain yang pernah merumput di kompetisi resmi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 Indonesia.

Menurut Ketua Yayasan Gala Karya Indonesia, Jaelani Saputra mengatakan peraturan ini sengaja dibuat untuk menambah daya tarik tim peserta dan juga turnamen Gala Karya.

“Dengan adanya marquee player ini bisa menjadi bagian dari promosi perusahaan dan Galakarya. Nantinya para pemain mantan Timnas, mantan pemain Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 bisa bermain di Gala Karya,” ujar Jaelani di Kantor Dispora DKI Jakarta, Jakarta Timur, Jumat (21/6/2019).

Jaelani menerangkan setiap tim hanya boleh menggunakan dua marquee player. Hal itu juga tidak diwajibkan dan arahnya untuk promisi kompetisi.

Terpenting, Jalenai mengatakan para pemain yang bisa bermain di kompetisi Galakarya ini harus berstatus karyawan tetap, kontrak dan pemain outsourching.

“Status karyawan yaitu karyawan tetap, kontrak, lalu dari pemain outsourching dari pihak ketiga yang bekerjasama dengan perusahan bersangkutan,” tutur Jaelani.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply