Ketangguhan Double Pivot Persela Akan Sulitkan Persipura

Beberapa tahun lalu, laga Persela Lamongan menghadapi Persipura Jayapura mungkin takkan disebut sebagai laga besar. Tak seperti Persipura yang merupakan langganan papan atas liga Indonesia, Persela kerap kali berkutat di papan bawah bahkan terjerembab di zona degradasi.

Namun hal tersebut tak berlaku untuk Liga 1 Indonesia 2017. Persela musim ini tampil di luar prediksi. Dari 10 laga yang sudah mereka jalani, total lima kemenangan dan satu imbang menjadi catatan poin yang bisa mereka kumpulkan. Dengan 16 poin, skuat berjuluk Laskar Joko Tingkir ini pun menempati posisi empat.

Torehan yang diraih Persela tersebut sama dengan torehan yang diraih Persipura. Skuat berjuluk Mutiara Hitam ini juga meraih lima kemenangan dan satu kali imbang untuk mendapatkan 16 poin dari 10 laga. Yang membedakan, defisit gol Persipura (-1) membuat mereka hanya menempati posisi tujuh klasemen sementara.

Maka dari itu, laga antara Persela menghadapi Persipura, Rabu (14/6/2017) malam WIB nanti, cukup menarik dinantikan.

Ketajaman Lini Depan Persela

Salah satu faktor yang membuat Persela bisa melesat ke papan atas Liga 1 adalah mereka memiliki lini depan yang tajam. Skuat asuhan Herry Kiswanto ini berhasil mencetak 16 gol dari 10 laga yang sudah dijalani, terbanyak keempat bersama Bhayangkara FC. Torehan gol Persela ini hanya kalah dari Madura United (22 gol), Mitra Kukar (17 gol), dan PSM Makassar (17 gol).

Salah satu penyebab tajamnya lini depan Persela pada musim ini tak lepas dari kecerdikan sang pelatih, Herry Kiswanto, yang memaksimalan potensi para pemainnya. Serangan Persela yang mengandalkan Ivan Carlos di lini depan bergantung pada ketangguhan lini tengah mereka.

Persela bermain dengan skema 4-2-3-1 pada Liga 1. Tak salah juga jika kita menyebut Persela bermain dengan 4-2-1-3, karena dua pemain sayap Persela, biasanya diisi oleh Saddil Ramdani/Samsul Arif dan Fahmi Al Ayyubi, lebih mendapatkan tugas untuk menyokong Ivan Carlos.

Di sini peran lini tengah Persela menjadi penting, khususnya kedua double pivot. Herkis sendiri mengandalkan Eka Ramdani dan Kosuke Uchida. Peran Eka dan Kosuke di lini tengah memang tidak hanya melindungi Jose Coelho sebagai gelandang serang, tapi juga menjadi tembok pertama saat Persela mendapatkan serangan.

Eka dan Kosuke berbagi peran, dan keduanya saling bersinergi. Eka sebenarnya berperan sebagai pembagi bola, sementara Kosuke sebagai perebut bola. Meskipun begitu, tak jarang juga keduanya bergantian peran, misalnya saja jika Kosuke membantu penyerangan, maka Eka-lah yang bertugas menjaga kedalaman.

Namun peran Kosuke bisa dikatakan paling memiliki pengaruh bagi Persela. Kemampuan bertahan maupun menyerangnya cukup seimbang. Pada laga melawan Arema yang berkesudahan 4-0 misalnya, selain mencetak dua umpan kunci, ia juga mencatatkan delapan tekel berhasil dari 16 percobaan.

Ketangguhan double pivot ini membuat Persela punya empat pemain di depan yang bisa memorak-porandakan lini pertahanan lawan. Tak heran dari 16 gol, bukan hanya Ivan Carlos yang menjadi ujung tombak serangan (tujuh gol). Tapi Samsul Arif dan Al Ayyubi pun punya kontribusi besar dalam menyerang lewat masing-masing tiga gol. Persela sendiri sudah menorehkan 96 tembakan dari 10 laga, terbanyak kelima di Liga 1.

Ketajaman lini depan Persela ini membantu lini pertahanan mereka yang sebenarnya agak kendor. Dari 10 laga, 11 gol sudah bersarang ke gawang Persela yang dikawal Choirul Huda. Ini artinya, setidaknya Persela kebobolan satu gol di setiap pertandingan.
Hal ini dikarenakan kedua sayap Persela biasanya kerap terlambat melakukan trackback untuk membantu pertahanan. Selain itu, kemampuan defensif Saddil atau Al Ayyubi pun tak begitu baik. Namun dengan lini serang yang cukup tajam, hal tersebut bisa diminimalisasi.

Rapuhnya Pertahanan Persipura

Tajamnya lini serang Persela bisa menjadi mimpi buruk bagi Persipura saat ini. Penyebab Mutiara Hitam tak setangguh musim-musim sebelumnya adalah lini pertahanan mereka yang cukup rapuh. Dari 10 laga, 15 gol bersarang ke gawang Yoo Jae-hoon. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di antara tujuh besar.

Tak adanya pemain asing di posisi bek tengah bisa jadi alasan Persipura tak begitu garang di belakang. Duet Ricardo Salampessy dan Dominggus Fakdawer pun seringkali kewalahan dalam melindungi Jae-hoon di kotak penalti.

Hal tersebut tak lepas dari aktifnya kedua full-back Persipura dalam menyerang. Yustinus Pae dan Osvaldo Haay memang ditugaskan untuk agresif dalam membantu serangan. Namun keduanya kerap terlambat dalam melakukan transisi dari menyerang ke bertahan.

Menghadapi Persela, Persipura juga tak akan tampil dengan kekuatan penuh. Terdapat empat pemain Persipura yang akan absen pada laga yang akan digelar di Stadion Surajaya malam nanti. Dan keempatnya pun terbilang pemain penting.

Mereka adalah Boaz Solossa (hukuman kartu), Ian Louis Kabes (hukuman kartu), Marinus Manewar (timnas), dan Osvaldo Haay (timnas). Boaz dan Marinus bermain di delapan laga, sementara Osvaldo sudah bermain di tujuh laga. Sedangkan Ian Kabes selalu bermain di 10 pertandingan Persipura sejauh ini.

Hal ini jelas menjadi kerugian bagi Persipura. Apa lagi mereka baru saja ditinggal pelatih mereka, Liestiadi yang mundur. Pelatih sementara Persipura, Mettu Duaramury dan Alan Haviluddin, tentu harus berpikir keras mencari pemain pengganti sepadan bagi para pemain utama yang absen tersebut.

Namun absennya Kabes bisa menjadi lampu hijau pada Ricardinho yang lebih banyak duduk di bangku cadangan pada musim ini. Dari 10 laga, gelandang asal Brasil tersebut hanya bermain sebanyak dua kali. Torehan satu asis dari dua laga tersebut tak mampu mengganggu skuat utama Persipura saat ini.

Hanya saja Ricardinho juga harus bersaing dengan gelandang lain seperti Immanuel Wanggai, Nelson Alom, hingga Muhammad Thahir. Hal ini dikarenakan stok pemain U23 Persipura tinggal tersisa di tengah, kemungkinan akan memainkan Elisa Basna dan Yan Pieter Nasadit.

Melawan Persela, variasi komposisi kemungkinan besar akan dicoba-coba tim pelatih Persipura. Addison Alves tampaknya akan langsung menjadi ujung tombak tim. Begitu juga dengan Ferinando Pahabol yang belakang menjadi andalan Persipura dengan dua gold an tiga asis dari enam kali bermain.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply