Kepolisian Akan Gali Sistem dan Regulasi Pertandingan di Liga

Kepolisian bakal menggali sistem dan regulasi Liga Indonesia. Mereka memaksimalkan pelaku pengaturan skor yang ditangkap.

Anggota Komisi Disiplin PSSI, Dwi Irianto, menjadi nama teranyar yang ditangkap atas dugaan pengaturan pertandingan. Sebelumnya, polisi sudah menangkap Johar Lin Eng, anggota Komite Eksekutif PSSI yang juga Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah.

Selain dua sosok itu, kepolisian juga menangkap mantan Komite Wasit PSSI, Priyanto, dan wasit futsal Anik Yuni Artika Sari.

Polisi menyebut Johar bekerja sama dengan Priyanto. Mereka berdua menentukan wasit yang bisa diajak kompromi untuk sebuah pertandingan.

Sementara itu, Anik diduga berperan sebagai perantara dalam menyalurkan uang dari manajer klub. Uang yang didapat kemudian dibagi-bagi dengan Priyanto dan Johar. Adapun Mbah Putih atau Dwi Irianto bertugas sebagai perantara antara pemesan skor dan wasit yang mau diajak ‘kerja sama’ dengan klub sepakbola.

Relasi empat orang itu menjadi perhatian khusus Satgas Anti Mafia Bola. Sistem dan regulasi pun akan ditelusuri.

“Yang akan digali tentunya dari sistem regulasinya, sistem regulasi liga, kan, masih di bawah kotrol PSSI meskipun dalam operasionalnya adalah PT Liga Indonesia Baru, kemudian juga menyangkut tanggung jawab PSSI organnya sepakbola,” kata Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada pewarta, Jumat (28/12).

“Otomatis dari sisi regulasi sistem itu, PSSI juga akan mengontrol termasuk wasit dan pemain di bawah kontrol dan pemibinaan PSSI,” dia menambahkan.

“Tersangka ini sebagai pintu masuk, untuk membuat terang benderang terhadap peristiwa pidana pengaturan skor yang ada di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, termasuk pertandingan-pertandingan yang lain apabila nanti ditemukan unsur pidana akan didalami oleh Satgas Anti-Mafia,” dia menambahkan.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply