Karena Bench Bukan Tempat bagi Bravo

Claudio Bravo mengungkapkan alasan yang sesungguhnya saat menerima tawaran Manchester City. Bravo meninggalkan Barcelona karena tak mau dibangkucadangkan.

Bravo menjadi kiper utama Barcelona di liga musim 2014-15, yang ditandainya dengan raihan trofi Zamora untuk rata-rata kebobolan gol paling sedikit. Sedangkan Marc-Andre Ter Stegen tampil di Copa del Rey dan Liga Champions.

Pada akhirnya, di musim itu Barcelona sukses besar dengan menyapu bersih tiga kompetisi utama. Sekalipun kebijakan rotasi kiper mendatangkan sukses, tapi hal itu tidak disambut positif oleh Ter Stegen yang kemudian mengancam akan hengkang.

Bravo menepis anggapan, dirinya meninggalkan Barca karena kurang harmonis dengan Ter Stegen. Rupanya Bravo hengkang karena Barca akan mempromosikan kiper Jerman itu sebagai pilihan utama di 2016-17 sehingga dirinya akan minggir ke bench alias bangku cadangan.

“Bukan aku yang akan menjadi kiper utama, melainkan Ter Stegen,” ungkap Bravo kepada El Larguero di Cadena SER, yang dilansir FourFourTwo. “Klub sempat menawariku kontrak baru, tapi melihat rencana mereka, aku menegaskan posisiku.”

“Aku terus terang, aku tidak ingin berada di bangku cadangan. Itu bukan tempatku dan mereka memahaminya.”

“Apa yang ditulis di media bahwa kami memiliki hubungan kurang baik itu tidak benar. Tidak pernah ada masalah dengan Ter Stegen, kami justru diuntungkan dengan kompetisi,” tegas Bravo.

Sekarang bersama City, Bravo sedang menjalani start yang luar biasa. Terlepas dari penampilannya yang kurang meyakinkan di laga debut melawan Manchester United, Bravo telah membantu timnya meraih kemenangan dalam tiga penampilannya dan baru kebobolan satu gol.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply