Jadwal Piala Afrika Digeser Demi Eropa

Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membuka peluang untuk menggeser Piala Afrika turnamen terbesar di Benua Hitam itu pada pertengahan tahun.

Seperti diketahui Piala Afrika biasa dihelat di antara bulan Januari dan Februari setiap dua tahun sekali.

Namun setelah melakukan pertemuan pada Kamis (20/07) waktu setempat, komite eksekutif CAF mengungkapkan akan adanya perkembangan untuk pertama kalinya sejak 1996 dan juga menggeser waktu pelaksanaan.

Kepindahan jadwal turnamen ini tentu akan berimbas kepada kompetisi Eropa sebab tidak akan ada lagi pemain asal Afrika yang absen di awal tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jurgen Klopp sempat meradang dengan kepergian Sadio Mane dari Anfield untuk membela Senegal.

Hasilnya posisi LFC di klasemen sempat menurun pada musim lalu karena tidak bisa menemukan pemain pelapis yang setara.

Bahkan sudah menjadi kebiasaan klub-klub Eropa untuk berselisih dengan timnas negara asal Afrika dan akan memboyong pemain anyar pada Januari ketika salah satu pemain asal Afrika diyakini akan absen untuk membela negaranya.

Sebab Januari dan Februari merupakan momen-momen yang rawan karena adanya fase penyisihan Liga Champions sehingga menguras kebugaran dan konsentrasi setiap pemain.

Dengan keputusan yang keluar pada Kamis (20/07) kemarin itu, komite eksekutif CAF mencoret kemungkinan turnamen Piala Afrika dilangsungkan di luar Afrika dan mengundang negara-negara non Afrika untuk turut serta.

Namun jumlah kontestan akan delapan tim baru sehingga total akan ada 24 tim yang bersaing di Kamerun sebagai tuan rumah pada 2019 nanti.

Demi kelangsungan turnamen nanti, akan dilakukan inspeksi ke Kamerun untuk melihat kesiapan infrastruktur pada awal September nanti.

Sebelumnya Menteri Olahraga Kamerun, Pierre Ismael Bidoung membantah negara belum mempersiapkan apapun sehingga tuan rumah akan tetap dipegang oleh pihaknya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply