Indra Sjafri Tak Setuju Strateginya Disebut Mudah Dibaca

Pelatih timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri tak setuju jika strateginya dinilai terlalu mudah dibaca oleh para lawan. Hal itu menengok dari gaya main timnas U-19 saat ini yang tak jauh berbeda dengan empat tahun lalu.

Kala itu, Indra berhasil mempersembahkan gelar Piala AFF U-19 2013 dengan Evan Dimas dan kolega menjadi bintang di masa Garuda Jaya. Mereka pun lolos ke Piala Asia U-19 2014 namun akhirnya gagal ke Piala Dunia U-20

Saat ini generasi timnas U-19 sudah berubah, namun harapan tetap besar kepada sosok Indra yang pernah mengukir sukses beberapa tahun lalu. Soal permainan, bola-bola pendek dan penguasaan bola tinggi masih jadi andalan.

“Saya pikir bukan (mudah) dibaca. Saya pikir jangan bohong, saya pikir orang-orang menikmati semua game yang saya lakukan. Karena begitu menikmati sampai hafal permainan kami,” ungkap Indra.

Timnas U-19 akan berjuang di Piala AFF U-18, 4-17 September, di Myanmar. Timnas Indonesia berada di Grup B bersama Myanmar, Filipina, Vietnam dan Brunei Darussalam. Partai perdana akan digelar 5 September, melawan tuan rumah.

Indra pun mengindikasikan bahwa timnya nanti akan tampil berbeda dan mementahkan anggapan mudah dibaca lawan. “Bagaimana kami menghadapi turnamen yang ketat ini, saya rasa ini akan live jadi saksikan saja. Fokus kami sekarang adalah fokus tentang apa yang kami kerjakan.”

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply