Indahnya Gol Payet, tapi Tidak dengan West Ham

Indahnya Gol Payet, tapi Tidak dengan West Ham

Dimitri Payet membuat gol indah ke gawang Middlesbrough semalam. Sayang, hasilnya tak seindah keinginan West Ham United yang masih saja sulit menang.

Payet musim lalu jadi inspirator performa dahsyat The Hammers sehingga bisa beredar di papan atas dan akhirnya finis posisi ketujuh klasemen. West Ham pun berhak tampil di Liga Europa meski harus merangkak dari babak kualifikasi.

Pesepakbola asal Prancis itu bikin 15 gol dan 17 assist dari 44 penampilan di seluruh kompetisi yang menobatkannya sebagai pemain terbaik West Ham musim itu.

Sayang, Payet tak bisa beraksi di awal musim ini karena cedera dan kondisi fisiknya yang terkuras usai tampil di Piala Eropa lalu. Alhasil, West Ham pun gagal lolos ke fase grup Liga Europa.

Tak cuma itu, West Ham yang trengginas musim lalu seperti kehilangan gigi ketika performanya di tujuh pekan awal liga berjalan sangat-sangat buruk. Hanya satu kemenangan diraih West Ham ketika menundukkan Bournemouth 1-0 di pekan kedua.

Sisanya West Ham menelan lima kekalahan termasuk empat kekalahan beruntun dari Manchester City, Watford, West Bromwich Albion, dan Southampton.

Hasil imbang 1-1 melawan Middlesbrough di Olympic Stadium, Sabtu (1/10) malam WIB tadi mengakhiri rentetan buruk tadi. Pasukan Slaven Bilic itu nyaris saja kalah lagi ketika Christian Stuani membawa Boro unggul di awal babak kedua.

Sampai kemudian di menit ke-57, Payet melakukan hal ajaib yang biasa dilakukannya musim lalu. Merebut bola dari penguasaan pemain Boro, Payet melanjutkannya dengan melewati satu pemain lagi.

Memasuki kotak penalti, Payet menggiring bola dengan aman dan melewati adangan tiga pemain sebelum melepaskan sepakan kaki kanan ke tiang jauh gawang Victor Valdes.

Publik Olympic Park gemuruh menyambut gol solo run Payet yang langsung disebut-sebut sebagai salah satu calon gol terbaik musim ini. Sayangnya, kemenangan yang diharapkan belum juga datang dan West Ham masih berkubang di zona merah alias posisi ke-18 dengan empat poin.

“Terima kasih kepada Dimitri (Payet) karena kami hanya tertinggal sesaat saja. Golnya bisa mengubah musim kami, tapi kami tidak bisa hanya bergantung pada itu,” ujar Bilic meminta para pemain lain untuk menaikkan performa mereka.

“Dia melakukan itu karena kualitasnya dan dia adalah salah satu pemain terbaik di Eropa, tapi kami butuh yang lain unjuk gigi,” sambungnya seperti dikutip Soccerway.

“Itu terjadi beberapa kali musim ini. Sulit untuk bisa bangkit di Premier League ketika kebobolan gol-gol mudah seperti itu,” tutup Bilic.

Payet sendiri musim ini baru tampil enam kali di seluruh kompetisi dengan torehan dua gol dan empat assist.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply