Hiddink terjatuh pada saat terjadi keributan antara Pemain Chelsea dan Tottenham

Guus Hiddink jadi korban saat pemain Chelsea dan Tottenham Hotspur terlibat ribut-ribut usai laga tuntas. Manajer 69 tahun itu jatuh terjerembab akibat terdorong.

Laga Chelsea menjamu Tottenham berjalan panas, Selasa (3/5/2016) dinihari tadi. Tercatat ada 12 kartu kuning dikeluarkan wasit, dengan sembilan di antaranya diacungkan sang pengadil ke kubu Spurs. Opta mencatat ini adalah kali pertama di era Premier League ada klub yang sembilan pemainnya dapat kartu.

Tensi panas dalam pertandingan itu sebenarnya bisa dimaklumi. Selain statusnya sebagai Derby London, The Lilywhite menjalani pertandingan itu sebagai laga hidup-mati. Mereka wajib menang untuk menjaga kans juara. Spurs pada akhirnya gagal mencapai target tersebut, mereka dipaksa bermain imbang 2-2 meski sempat unggul dua gol lebih dulu. Harry Kane dkk juga harus merelakan trofi Premier League terbang ke tangan Leicester City.

Tingginya emosi kedua pemain terbawa sampai saat laga tuntas. Ketika akan memasuki lorong menuju ruang ganti, keributan kecil kembali terjadi. Beberapa pemain terlibat adu mulut. DailyMail menyebut kejadian itu melibatkan kiper cadangan Spurs, Michel Vorm, dengan Diego Costa.

Malang buat Hiddink, dia yang tengah berjalan menuju lorong terkena dorongan dan terjatuh. Manajer asal Belanda itu terjengkang ke belakang dari posisi cukup tinggi, dia terjerembab masuk ke ‘dugout’ kursi pemain pengganti yang posisinya lebih rendah dari permukaan lapangan.

Terjatuhnya Hiddink memicu aksi yang lebih panas lain. Beberapa pemain Chelsea kemudian mendorong penggawa Spurs, meski kemudian perseteruan itu bisa dilerai.

Kabar baik dari kejadian itu adalah Hiddink tidak mengalami cedera. Hiddink langsung dapat pertolongan dari beberapa steward yang berada di sekitarnya. Dia juga bisa hadir dalam sesi konferensi pers yang dilangsungkan beberapa menit setelahnya dan memberi komentar soal kejadian yang baru saja menimpa.

“Ada emosi tinggi di akhir (pertandingan), kebencian yang diungkapkan secara verbal dan saya mencoba masuk di antara mereka untuk melindungi (pemain saya) untuk terus berjalan ke ruang ganti. Lalu orang-orang mulai saling mendorong dan menari di sekitar sana. Kami harus sedikit bergeser ke kursi pemain pengganti,” ucap Hiddink santai.

“Untuk mereka (Tottenham) ada banyak yang dipertaruhkan. Untuk kami pertaruhannya adalah prestise, dan tentu saja selalu ada rivalitas di antara klub ini yang membuatnya tetap berjalan panas. Saya harus melihatnya dengan tenang dan melihat seluruh kejadian sebelum saya memberikan kesimpulan. Kami juga tegang dan itu pertandingan yang emosional antara dua klub besar,” lanjut Hiddink di ESPNFC.

50 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply