Gerrard Bicara Soal Kedipan Mata Cristiano Ronaldo di PD 2006

Seperti diketahui bahwa 12 tahun telah berlalu sejak Wayne Rooney mendapat kartu merah yang terkenal saat melawan Portugal di Piala Dunia 2006. Legenda Manchester United itu menerima kartu merah setelah dianggap melanggar Ricardo Carvalho.

Namun, mungkin bukan pelanggaran yang paling banyak diingat penggemar sepak bola, tapi apa yang terjadi setelah pelanggaran tersebut. Para pemain Portugal langsung memberi tekanan pada wasit Horacio Elizondo yang memimpin pertandingan untuk mengeluarkan Rooney dari lapangan, termasuk Cristiano Ronaldo, yang saat itu menjadi rekan setim Rooney di Manchester United.

Setelah Elizondo mengeluarkan Rooney dari lapangan, lantas Ronaldo terlihat mengedipkan mata di depan kamera. Ini menciptakan kehebohan di media dan tidak ada yang melupakannya sejak saat itu.

“Saya tidak merasa tidak enak pada Cristiano, tapi saya kecewa karena dia memilih untuk terlibat,” kata Rooney, yang saat itu baru berusia 20 tahun.

Sementara itu, Ronaldo bersikeras bahwa itu adalah sebuah drama yang tak berarti apa-apa. “Pada akhirnya kami mengirim sms satu sama lain dan semuanya telah jelas di antara kami,” kata Ronaldo.

“Dia tidak marah kepada saya, apalagi dia menyuruh saya untuk mengabaikan apa yang dikatakan oleh pers Inggris, bahwa yang mereka inginkan hanyalah menciptakan kekacauan,” terang Ronaldo.

Namun satu orang yang belum siap untuk memaafkan Ronaldo adalah Steven Gerrard. Dalam otobiografinya pada tahun 2006, legenda Liverpool itu mencap Ronaldo sebagai ‘aib’ atas keterlibatannya dalam kartu merah Rooney.

“Sayangnya, sisi gelap mewarnai pertandingan Cristiano Ronaldo,” tulis Gerrard. “Bagian kartu merah Wayne Rooney sangat memalukan.”

“Apa yang sebenarnya semua pemain Inggris rasakan atas kedipan mata Ronaldo,” lanjut Gerrard. “Itu adalah kedipan yang mengatakan, ‘pekerjaan selesai’. Bagaimana dia bisa melakukan hal itu kepada rekan satu timnya di Manchester United?

“Di dalam bus setelah pertandingan, Wayne bertanya kepada saya: ‘Apa pendapat Anda tentang kedipan?’ Saya mengatakan: ‘Jujur saja, Wazza, jika kita bermain dengan Spanyol dan rekan tim di Liverpool, Xabi Alonso atau Luis Garcia mengedipkan mata pada wasit atau memberi isyarat agar saya dikeluarkan, saya tidak akan pernah berbicara dengan mereka lagi.’”

Jika mengingat karakter Rooney, akan cukup mengejutkan jika ia bersedia memaafkan Ronaldo.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply