Gaya bertarung MMA

Tinju

Tinju merupakan kemampuan yang banyak dimiliki oleh petarung MMA. Dalam MMA, posisi berdiri tinju diubah sedemikian rupa sehingga tangan petarung lebih dekat dengan batang tubuh. Perubahan ini berguna untuk melindungi diri dari “take down”.

Jiu-jitsu Brasil

Jiu-jitsu Brasil merupakan sistem bertarung yang mengedepankan kuncian dan cekikan untuk melumpuhkan lawan. Banyak petarung MMA mempelajari BJJ untuk mempersiapkan diri menghadapi pertarungan bawah. Kemampuan BJJ dapat berguna untuk melumpuhkan musuh ketika bergumul di matras, atau untuk membalikkan keadaan ketika punggung telah menyentuh matras.

Gulat Gaya Bebas

Gulat gaya bebas (Freestyle wrestling) merupakan cabang beladiri yang berasal dari Inggris Raya. Pegulat diperbolehkan untuk menggunakan kaki mereka dan lawan mereka untuk menyerang atau bertahan. Pertandingan gulat gaya bebas diakhiri ketika pundak seorang pegulat telah menyentuh matras. Kemampuan gulat gaya bebas dapat berguna ketika seorang praktisi MMA ingin menjegal lawannya dengan memeluk kakinya. Kemampuan dalam beladiri ini juga dapat berguna ketika praktisi ingin mempertahankan diri dari bantingan yang serupa.

Gulat Greko-Romawi

Gulat Greko-Romawi (Greco-Roman Wrestling) merupakan olahraga yang berasal dari Prancis yang telah dikenal sebagai olahraga Olimpiade pada tahun 1896. Tidak seperti gulat gaya bebas, gulat Greko-Romawi tidak memperbolehkan rangkulan di bawah pinggang. Alhasil, praktisi mengutamakan lemparan (throws) untuk menjatuhkan lawannya. Kemampuan gulat Greko-Romawi dapat berguna ketika tengah bergelut di pojok ring, atau untuk menjatuhkan lawan ke lantai.

Jeet Kune Do

Jeet Kune Do merupakan sistem bertarung yang dipelopori oleh Bruce Lee. Dalam filosofi Jeet Kune Do, praktisi didorong untuk menggunakan gaya bertarung apapun yang dapat digunakan untuk mengalahkan lawan.

Judo

Judo pertama kali dikembangkan di Jepang, pada tahun 1882, oleh Kano Jigoro. Fokus utama bela diri ini adalah pergumulan dan lemparan (throws). Dalam MMA, judo dapat berguna ketika praktisi ingin menjatuhkan lawan, atau ketika ingin menyelesaikan sebuah pertarungan dengan kuncian ketika peluang telah tercipta.

Karate Kyokushinkai

Ditemukan oleh Masutatsu Oyama pada tahun 1964, karate Kyokushinkai terfokus pada pertarungan realistis, ketangguhan fisik, dan pengembangan kemampuan melalui sparring. Petarung MMA dapat memperoleh keunggulan dengan memanfaatkan tendangan yang diajarkan dalam Karate Kyokushinkai.

Muay Thai

Beladiri yang pertama kali dikembangkan di Thailand ini terfokus pada tehnik pukulan, tendangan, dan pergumulan (clinching). Di dalam Muay Thai, sikut dan dengkul juga dapat digunakan untuk menyerang lawan dalam jarak dekat. Hal ini sangat berguna bagi petarung ketika ingin menyerang lawan ketika tengah bergumul dalam sebuah clinch.

Sanshou atau Sanda

Dikembangkan di Cina oleh perwira militer, bela diri ini terfokus pada pertarungan jarak dekat. Kompetisi Sanshou dapat dimenangkan dengan menghilangkan kesadaran lawan (knock out), atau dengan mencetak poin. Di dalam MMA, teknik Sashou dapat dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan dan memposisikannya di dalam posisi yang kurang menguntungkan.

Tae Kwon Do

Dalam Tae Kwon Do, pengembangan teknik terfokus pada tehnik tendangan. Praktisi beladiri ini memegang suatu kepercayaan dimana kaki merupakan anggota tubuh yang paling kuat, dengan jangkauan paling jauh, dan dapat mengurangi peluang musuh untuk menyerang balik. Banyak petarung MMA mempunyai latar belakang Tae Kwon Do.

 

49 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply