Febri dan Saddil Dikritik, Luis Milla Membela

Tim Nasional Indonesia U-22 harus puas bermain imbang melawan Persija tanpa gol di stadion Patriot, Bekasi, Rabu 5 April. Beberapa pemain Garuda Muda pun mendapatkan kritik oleh awak media. Terutama dua winger yang diisi oleh Saddil Ramdani dan Febri Hariyadi.

Khususnya Febri. Permainan anak muda dari Persib Bandung ini tampil agak berbeda dibandingkan saat ditaklukan Myanmar 1-3. Ketika itu Febri lebih lama memainkan bola dan bisa mengatur tempo pertandingan.

Namun saat bermain melawan Persija, Febri tampil kurang agresif dan tak lama memainkan bola. Bahkan ketika ia menguasai bola, tak jarang para suporter Persija, The Jakmania menyorakinya.

“Saya tidak setuju itu, sebab tim saya bermain bagus. Mungkin yang kurang adalah kami tidak bisa menjaga bola lebih lama dan cepat kehilangan bola,” ujar Milla usai pertandingan.

“Perlu diingat kami baru dua bulan berkumpul dan anak-anak baru mengenal saya. Pelatih mereka juga adalah orang asing. Datang dengan gaya permainan bola yang berbeda, cara bermain juga berbeda. Tetapi pemain kami bagus semua. Kalau kami bermain buruk, paling kami sudah kebobolan 5 gol,” terangnya.

Selain itu tak jarang selama 90 menit bermain, para pemain Timnas U-22 tampil tertekan. Bahkan klub Macan Kemayoran itu kerap kali melepaskan tendangan berbahaya. Namun lagi-lagi ia membela skuatnya.

“Bukan sepak bola namanya kalau tidak tertekan. Saya punya tim yang sedang berkembang. Apalagi dengan kekuatan Persija. Mereka memiliki tim dan pelatih dengan gaya permainan yang sama pada tahun lalu. Dan, menurut saya sangat baik melawan tim yang berat dibandingkan dengan tim yang mudah dikalahkan. Karena kita akan berpikir untuk berkembang,” tegasnya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply