Barito Putera Mantapkan Lini Serang dengan Menguji Martapura FC

Dua klub yang bermarkas di Kalimantan Selatan, Barito Putera dan Martapura FC, bakal beradu kekuatan. Namun, keduanya tidak ingin saling mengungguli karena partai Derby Banua ini sifatnya sekadar uji coba.

Uji coba ini dimainkan dua kali. Pertama, dimainkan di markas Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, pada Sabtu (4/3/2017). Setelah itu, giliran Laskar Antasari melawat ke kandang Martapura FC di Stadion Demang Lehman, Martapura, pada Rabu (8/3/2017).

Lantaran berstatus laga uji coba, baik Barito Putera maupun Martapura FC ingin menggunakan laga ini untuk mengukur hasil persiapan yang selama ini telah dijalani daripada ngotot mengejar kemenangan.

Barito Putera misalnya, masih memiliki pekerjaan rumah pasca tersingkir dari Piala Presiden 2017 di penyisihan Grup 4 lalu.

Pelatih Barito Putera, Jacksen F. Tiago, mengakui lini serang timnya yang kurang produktif jadi salah satu hal yang harus diperbaiki sebelum Liga 1 2017 resmi bergulir.

Martapura FC dianggap lawan tepat untuk menguji kekuatan terkini Barito Putera. Meski Martapura FC merupakan klub Liga 2, yang berada satu kasta di bawah mereka, Martapura FC bukan tim yang pantas dipandang sebelah mata.

Pada ISC B 2016, tim asuhan pelatih Frans Sinatra Huwaei itu lolos hingga ke semifinal. Partai uji coba ini juga digunakan Martapura sebagai pemantapan tim sebelum bertempur di Liga 2 2017.

Kendati masih punya kekurangan, secara keseluruhan Jacksen mengaku senang dengan perkembangan yang diperlihatkan para pemainnya dalam masa persiapan menuju Liga 1.

“Grafik kondisi fisik dan skill pemain makin meningkat. Matias Cordoba juga makin apik bermain sebagai playmaker. Tentu saja, perkembangan yang signifikan ini amat penting dalam proses tim menuju Liga 1,” kata Jacksen.

Hanya, saat beruji coba di kandang, Barito Putera kemungkinan tidak akan diperkuat tiga pemain muda, yakni Nazar Nurzaidin, Hansamu Yama Pranata, dan Paulo Sitanggang. Pasalnya, ketiganya baru menjalani seleksi Timnas Indonesia U-22 di Karawaci, Tangerang.

“Semisal tidak bisa ikut tampil, buat saya tidak masalah. Barito Putera saat ini masih punya 25 pemain. Di tim ini tidak ada istilah pemain inti dan pemain pelapis. semuanya pemain inti, yang saling berjuang demi bisa tampil bermain,” tegas pelatih asal Brasil itu.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply