Barcelona Dilanda Mosi Tak Percaya

Agusti Benedito sendiri bukan sosok asing bagi Barca. Ia pernah menjadi calon presiden klub Catalan itu pada 2010 dan 2015 silam.

Namun kini ia bergerak untuk menyelamatkan Azulgrana dari Bartomeu, dengan dukungan penuh dari mantan presiden dan calon di pemilihan 2015, Joan Laporta.

Tidak tanggung-tanggung, Benedito sedang berupaya melayangkan mosi tidak percaya dengan mengumpulkan 16.500 hingga 18.000 suara dari socios (anggota resmi), sesuai statuta klub.

Barcelona, sama seperti Real Madrid, para suporternya memiliki keanggotaan klub. Merekalah yang berhak memberikan suara untuk memilih presiden klub.

Itu sebabnya saat masa pemilihan presiden, para kandidat dua klub raksasa Spanyol ini gemar jor-joran menjanjikan hal-hal yang populer di mata fansnya, salah satunya janji untuk mendatangkan bintang-bintang ternama dunia.

Upaya pemakzulan Bartomeu ini diluncurkan setelah ia dianggap menimbulkan masalah di bursa transfer, salah satunya dengan melepas Neymar dan belum memperpanjang kontrak Lionel Messi dan Andres Iniesta, dua pemain terpenting di Camp Nou.

“Ini masalah yang kami miliki di klub. Bartomeu tak memiliki kontrol dalam hari-hari terakhir ini. Dalam masalah perencanaan, musim panas ini berlangsung kacau,” ujar Agusti Benedito pada Efe.

“Seperti yang saya katakan, Bartomeu, sang presiden, telah kehilangan kontrol. Banyak orang, karena kegagalan memperbaiki skuad di musim panas dan kehilangan Neymar, telah menyuarakan kekhawatiran dan oleh karenanya dukungan (terhadap mosi tidak percaya) telah meningkat.”

“Memang benar banyak faktor memberikan dampak negatif terhadap klub tapi yang pasti adalah buruknya kebijakan perencanaan yang ada saat ini dan telah merusak klub.”

“Saya sudah memantau direksi dan saya bisa melihat kegugupan mereka dan saya yakin mereka sadar mosi tidak percaya akan diberikan (pada rapat umum). Mosi tidak percaya itu akan terjadi. Saya yakin pengunduran diri akan muncul bahkan sebelum mosi tidak percaya itu dimulai (di rapat umum).”

Saat ini Josep Maria Bartomeu sendiri masih menjabat sebagai presiden hingga 2021 nanti, setelah pada pemilu terakhir meraih suara mayoritas 25.823, mengalahkan Joan Laporta 15.615, Agusti Benedito 3.386 dan Toni Freixa 1.750 suara.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply