Aturan pertandingan di MMA

Untuk melindungi petarung dari cedera dan kecelakaan, serta untuk memperbagiki citra publik, diberlakukan aturan yang diseragamkan untuk ajang tarung MMA. Peraturan tersebut juga dilakukan menyikapi respon negatif publik terhadap ajang tarung UFC, ketika konsep pertarungan bebas masih relatif baru di Amerika Serikat. Meskipun demikian, masing-masing promosi MMA dapat memiliki peraturan yang sedikit berbeda.

Pembagian Kelas di Kompetisi MMA

Salah satu aturan yang paling dasar adalah pembagian kelas berat. Sebagai persiapan pertandingan, seringkali petarung diwajibkan untuk menyesuaikan berat badan sesuai dengan kelas beratnya. Petarung yang gagal menyesuaikan berat badan dapat didiskualifikasi atau didenda oleh organisasi yang menaungi ajang tarung tersebut. Daftar kelas berat menurut aturan MMA yang diseragamkan adalah sebagai berikut.

Kelas Jangkauan berat
Kelas Bulu Dibawah 125 pound
Kelas Bantam 125 sampai 135 pound
Kelas Bulu 135 sampai 145 pound
Kelas Ringan 145 sampai 155 pound
Kelas Welter 155 sampai 170 pound
Kelas Menengah 170 sampai 185 pound
Kelas Berat Ringan 185 sampai 205 pound
Kelas Berat 205 sampai 265 pound
Kelas Berat Super

diatas 265 pound

Hasil Akhir Pertarungan

Di dalam kompetisi MMA, pertandingan dapat diakhiri dengan beberapa cara, yaitu:

  • Keputusan Juri (Decision): Ketika pertarungan berlanjut terus hingga semua ronde telah usai, keputusan pertandingan berada di tangan juri. Juri mengambil keputusan bedasarkan poin yang dihasilkan petarung selama pertandingan.
  • Diskualifikasi (DQ): Ketika petarung tetap melakukan pelanggaran tanpa mengindahkan keputusan wasit. Bisa juga dihasilkan ketika petarung melakukan pelanggaran berat.
  • Terluka (Injured): Ketika salah seorang petarung cedera, dokter atau wasit dapat menghentikan pertandingan.
  • Knock Out (KO): Ketika seorang petarung terpukul hingga hilang kesadaran.
  • Menyerah (Submission): Ketika seorang petarung menyerah akibat pukulan atau kuncian lawan. Menyerah dapat dilakukan dengan menepuk lawan atau matras dengan kaki atau tangan. Bisa juga dilakukan secara verbal.
  • Technical Knock Out (TKO): Ketika wasit atau dokter mengakhiri pertandingan ketika posisi dianggap membahayakan. Hal ini dilakukan untuk mencegah cedera dan hal lain yang tidak diinginkan.
  • Tidak Hadir (NC): Ketika lawan tidak hadir, secara sengaja maupun tidak.

Pakaian

Untuk melindungi petarung dari cedera, petarung diwajibkan untuk mengenakan pelindung gigi, pelindung kunci paha, dan sarung tangan tinju khusus MMA. Petarung pria biasa bertarung dengan celanda pendek dan bertelanjang dada. Petarung wanita betarung dengan mengenakan celana pendek dan bra khusus olahraga yang dirancang khusus untuk MMA.

34 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply