Ada Apa dengan MU ?

Kemampuan Pelatih yang sudah membawa beberapa Klub Juara Liga, Jose Mourinho sebagai pelatih jempolan mulai dipertanyakan usai Manchester United menelan tiga kekalahan beruntun. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apa yang terjadi dengan MU?

MU mulai kehilangan arah saat kalah dari Manchester City pada laga derby, 10 September lalu. Mourinho seakan kehilangan sentuhan magisnya yang sukses memberikan kemenangan di empat laga sebelumnya.

Apakah mungkin psikologi Mou terganggu usai kalah dari pesaing utamanya, Josep Guardiola di Derby Manchester? Terlalu dini memang untuk menyimpulkan hal tersebut.

Tapi, nyatanya MU tampil bak tim medioker saat melakoni dua pertandingan berikutnya di mana mereka harus takluk dari Feyenoord di Liga Europa dan terkini dibungkam klub semenjana, Watford. MU sejauh ini hanya mencetak delapan gol dan sudah kebobolan enam gol dari lima laga. Catatan ini jarang terjadi pada Mourinho yang terkenal cukup piawai dalam meramu lini belakang.

Mourinho boleh beralibi bahwa dua kekalahan tersebut terjadi karena ada keteledoran dari wasit. Namun, itu tidak lantas membuatnya lepas dari sorotan. Hasil akhirlah yang tetap yang jadi acuan.

Mou tetap jadi orang yang dianggap tidak jeli dalam memaksimalkan skuat yang dimiliki. Padahal, manajemen klub sudah menggelontorkan dana hingga 120 juta poundsterling (Rp2 triliun) untuk merekrut Henrikh Mkhitaryan (37 juta pounds), Eric Bailly (20 juta pounds) dan Paul Pogba (70 juta pounds).

Nama terakhir mendapat sorotan paling besar. Ya, Pogba dinilai tidak pantas mendapat label pemain termahal dunia karena penampilannya yang belum sesuai dengan harapan.

Sejauh ini, performa Pogba dalam empat pertandingan di Liga Inggris terbilang cukup baik. Statistik Whoscored mencatat, Pogba mencatatkan rataan umpan akurat sebesar 81 persen per pertandingan. Ia juga melepaskan minimal tiga tembakan di setiap pertandingan.

Sayangnya, penampilannya tersebut tidak cukup bagus untuk klub sebesar MU. Pogba dinilai gagal memberikan keseimbangan di lini tengah MU. Duetnya dengan Marouane Fellaini tidak sesuai dengan harapan lantaran mudah ditembus lawan. Keduanya dinilai lebih sering membantu serangan sehingga kerap ketinggalan ketika menghadapi serangan balik.

Satu pemain lain yang juga tak lepas dari sorotan adalah Wayne Rooney. Khusus pada laga kontra Watford, penampilan Rooney seakan tenggelam. Ia tidak sama sekali berkontribusi dalam menyerang maupun bertahan. Statistik mencatat, Rooney tidak sekalipun melepaskan tembakan on target atau tackle. Kapasitasnya sebagai pemain yang berperan sebagai penyokong striker pun diragukan.

Jika sudah begini, Mourinho tentunya harus putar otak untuk mencari solusi secepatnya. Ia tentunya tidak ingin bernasib sama seperti dua pelatih sebelumnya, David Moyes dan Louis van Gaal yang menjalani kariernya di MU dengan penuh tekanan.

Banyak kalangan menilai, penampilan buruk MU di tiga pertandingan terakhir itu dikarenakan Mou tidak jeli dalam memilih dan menempatkan pemain di posisinya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply